Senin 08 Maret 2021, 13:40 WIB

Petinggi Kemensos Akui Terima Brompton

Tri Subarkah | Politik dan Hukum
Petinggi Kemensos Akui Terima Brompton

MI/Tri Subarkah
Saksi Pepen (Dirjen Perlindungan Jaminan Sosial Kemensos) untuk terdakwa Ardian Iskandar dan Harry Van Sidabukke.

 

DUA petinggi di Kementerian Sosial (Kemensos), Hartono dan Pepen Nazarudin, mengaku menerima sepeda lipat pabrikan Inggris, Brompton, dari terdakwa kasus dugaan suap pengadaan bantuan sosial (bansos) sembako wilayah Jabodetabek Tahun 2020, Adi Wahyono. 

Pengakuan Sekretaris Jendral dan Dirjen Perlindungan Jaminan Sosial Kemensos itu dilontarkan saat keduanya duduk sebagai saksi untuk terdakwa Ardian Iskandar dan Harry Van Sidabukke.Pemberian kepada keduanya dilakukan Adi sebagai Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) sekaligus Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek tersebut.

"Kami memang Agustus itu menerima Brompton. Yang mengantar itu sopirnya Adi Wahyono," aku Hartono menjawab pertanyaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di ruang sidang Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (8/3).

Saat ini, sepeda Bropmton pemberian Adi disebut Hartono telah disita KPK. Kendati demikian, ia mengtakan pemberian Brompton tidak memiliki keterkaitan dengan jabatannya. Selain sepeda, JPU KPK juga mendalami adanya aliran uang dari Adi ke Hartono.

"Saudara pernah terima uang dari Adi?" tanya JPU KPK Mohamad Nur Azis.

"Sepengetahuan saya belum pernah," jawab Hartono.

"Pernah mau ngasih, tapi saya enggak mau," imbuhnya.

Senada, Pepen mengakui bahwa Adi pernah memberinya sepeda. Ia juga menyebut Adi sempat menawarinya uang. Kendati demikian, Pepen berdalih menolak pemberian Adi. "Saya tolak," singkatnya.

Baca juga: PN Jaksel Agendakan Pemeriksaan Saksi Sidang Kebakaran Kejagung

Dalam sidang yang digelar terpisah, Adi menyebut dirinya diminta menjadi KPA dan PPA oleh Menteri Sosial saat itu Juliari Peter Batubara. Ia menyebut Juliari pernah berkata kepada dirinya secara langsung untuk membantu proyek pengadaan bansos sembako terkait covid-9.

"'Nanti dalam bansos ini Pak Adi bantu.' Belum jelas membantunya apa," kata Adi.

Hartono dan Pepen dihadirkan sebagai saksi untuk terdakwa Harry Van Sidabukke dan Ardian Iskandar Maddanatja. Keduanya diduga menyuap Juliari, Adi, dan pejabat di Kemensos lainnya, Matheus Joko Santoso sebesar Rp3,23 miliar. Suap dari Hary sebesar Rp1,28 miliar, sementara Ardian mencapai Rp1,95 miliar.  (P-5)

Baca Juga

MI/M Irfan

Dugaan Kebocoran Informasi, KPK Diminta Lakukan Evaluasi Internal

👤Tri Subarkah 🕔Selasa 13 April 2021, 16:26 WIB
KPK diminta melakukan evaluasi internal terkait dugaan bocornya informasi saat penyidik akan melakukan penggeledahan terkait kasus...
Dok Pribadi

Yenti Garnasih: Kasus BLBI Jangan Semua Diperdatakan

👤Tri Subarkah 🕔Selasa 13 April 2021, 15:59 WIB
Yenti Garnasih meminta pemerintah untuk memilah kasus Bantuan Likuiditas Bank Indonesia atau BLBI yang masih dalam ranah...
Antara

Moeldoko: Masih Nekat Korupsi? Pasti Disikat

👤Dhika Kusuma Winata 🕔Selasa 13 April 2021, 15:33 WIB
Dia pun menegaskan komitmen Presiden Jokowi dalam upaya pemberantasan korupsi. Sebab, sistem pencegahan korupsi yang dibangun...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Salah Kaprah Salurkan Energi

Kenakalan remaja pada masa lalu hingga masa kini masih ada, bahkan semakin meninggi. Itu terjadi karena remaja sering kali mementingkan solidaritas grup.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya