Headline
Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.
Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.
Kumpulan Berita DPR RI
MANTAN Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim mengaku masih menjalani perawatan pemulihan kesehatan. Meski demikian, Nadiem menegaskan dirinya siap mengikuti sidang lanjutan kasus dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook dan Chrome Device Management (CDM).
“Masih dalam perawatan, saat ini siap sidang. Makin cepat kebenaran akan terbuka, semakin baik,” ujar Nadiem sebelum persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Senin (26/1).
Nadiem menyatakan akan menjalani seluruh proses hukum yang berjalan. Ia juga meyakini setiap saksi yang dihadirkan dalam persidangan akan membuka fakta dan kebenaran perkara tersebut secara bertahap.
“Seperti sidang yang sebelumnya, yang terpenting itu adalah kebenaran. Satu per satu saksi akan membuka kebenaran tersebut,” katanya.
Dalam perkara ini, Nadiem didakwa melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama dengan sejumlah pihak terkait pengadaan laptop Chromebook saat menjabat sebagai Mendikbudristek. Proyek tersebut diduga menyebabkan kerugian keuangan negara sebesar Rp 2,1 triliun.
Sebelumnya, Nadiem telah mengajukan eksepsi atau nota keberatan atas dakwaan jaksa penuntut umum. Namun, majelis hakim menolak eksepsi tersebut dan memerintahkan sidang dilanjutkan ke tahap pembuktian. (Z-2)
Ia pun merasa sangat beruntung lantaran keluarganya mampu menguliahkan dirinya ke luar negeri.
Nadiem Makarim menjalani sidang kasus dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook dan Chrome Device Management (CDM) di Tipikor.
Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti mengaku tidak menerima apapun dalam perkara kasus dugaan korupsi Chromebook yang melibatkan mantan Mendikbudristek Nadiem Makarim.
Terdapat banyak kejanggalan dalam kasus Chromebook, salah satunya terkait perdebatan soal mens rea atau niat jahat.
Jaksa mengungkap 25 pihak, termasuk Nadiem Makarim, yang diduga diperkaya dalam kasus korupsi Chromebook Kemendikbudristek dengan kerugian negara mencapai Rp2,18 triliun.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved