Senin 08 Maret 2021, 12:00 WIB

BKSAP Dorong Sinergi Internasional Lawan Bias Gender

mediaindonesia.com | Politik dan Hukum
BKSAP Dorong Sinergi Internasional Lawan Bias Gender

Ist/DPR
Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI Fadli Zon.

 

KETUA Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI Fadli Zon menyatakan Indonesia merupakan satu dari 58 negara di seluruh dunia yang pada laporan Inter-Parliamentary Union (IPU) tahun 2020 memiliki Ketua Parlemen perempuan dan mewakili rata-rata 20,9 persen populasi seluruh dunia.

Fadli mengungkapkan, keterwakilan perempuan dalam parlemen memberikan kontribusi besar dalam upaya melawan bias gender dan ketidaksetaraan baik di tingkat nasional maupun internasional.

Dalam siaran pers, Senin (8/3), Fadli menegaskan dalam momen peringatan Hari Perempuan Internasional atau International Women’s Day setiap 8 Maret yang pada tahun 2021 ini mengangkat tema #ChooseToChallenge bermakna bahwa setiap individu memiliki pilihan untuk terus menyuarakan kampanye positif guna melawan bias gender dan ketidaksetaraan.

“Total keterwakilan perempuan di Parlemen seluruh dunia mengalami kenaikan 0,6 poin sejak 2019 hingga pada tahun 2020 telah mencapai 25,5%," jelasnya.

"Meskipun demikian, jumlah ini masih belum juga mewakili populasi perempuan seluruh dunia hingga kita melihat 50 persen anggota parlemen secara global adalah perempuan. Semoga kedepannya semakin banyak perempuan yang dapat terlibat dalam politik dan pembuatan kebijakan serta pengambilan keputusan publik,” ujar Anggota Komisi I DPR RI tersebut.

Politikus Fraksi Partai Gerindra itu menekankan, dalam melaksanakan fungsi Diplomasi Parlemen guna mendukung kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan, DPR terlibat aktif dalam berbagai forum internasional.

“Seperti Women Speakers of Parliament, Forum of Women Parliamentarians of Inter-Parliamentary Union (IPU), Women Parliamentarians of ASEAN Inter-Parliamentary Assembly (WAIPA), Women Political Leaders (WPL) Global Forum, dan Commission on the Status of Women (CSW) bangsa melalui keterlibatan aktif dalam dunia politik dan ekonomi,” pungkas legislator dapil Jawa Barat V itu.(

Seperti diketahui, pandemi Covid-19 yang melanda seluruh dunia telah mengakibatkan terhambatnya aktivitas perekonomian seperti Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) yang menyebabkan perempuan terdampak baik secara langsung maupun tidak langsung.

Di samping itu, sebagai garda terdepan dalam berbagai upaya penanggulangan Covid-19 baik di tingkat keluarga, komunitas, maupun nasional, peran perempuan tidak dapat dikesampingkan dalam membawa perubahan positif di tengah situasi kritis seperti saat ini.(RO/OL-09)

 

Baca Juga

Dok. Istana Kepresidenan

Jubir Wapres: Wajar Kepuasan Kinerja Wapres di Bawah Jokowi

👤Emir Chairullah 🕔Selasa 13 April 2021, 04:35 WIB
Masduki menyebutkan, dirinya justru merasa heran apabila tingkat kepuasan terhadap Wapres melebihi...
Antara

Kubu Moeldoko Yakin Menang atas AHY di Pengadilan

👤mediaindonesia.com 🕔Senin 12 April 2021, 22:10 WIB
SAAT ini kubu Moeldoko sedang melakukan upaya hukum di pengadilan pasca tidak disahkan KLB partai Demokrat Deli...
Antara

Airlangga Tokoh Parpol Elektabilitas Tertinggi Capres 2024

👤RO/Micom 🕔Senin 12 April 2021, 21:50 WIB
Survey terhadap 1.200 responsen di 34...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Salah Kaprah Salurkan Energi

Kenakalan remaja pada masa lalu hingga masa kini masih ada, bahkan semakin meninggi. Itu terjadi karena remaja sering kali mementingkan solidaritas grup.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya