Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
SEKRETARIS Majelis Tinggi Demokrat Andi Mallarangeng mengungkapkan kesedihan dan kekecewaan Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dengan penyelenggaraan Kongres Luar Biasa (KLB) Demokrat.
"Ya sedih juga. Bahwa kemudian ada orang-orang yang dengan nafsu kekuasaan politik yang besar melakukan begal partai, begal politik," kata Andi Mallarangeng dalam diskusi di Polemik Trijaya, Sabtu (6/3).
Apalagi, begal politik tersebut dilakukan oleh orang yang dekat dengan SBY waktu memimpin negara selama 10 tahun. Yakni, Moeldoko.
"Hingga dijadikan Panglima TNI," ungkap dia.
Baca juga: Jadi Ketum Demokrat, Yunarto Usul Moeldoko tak Rangkap Jabatan
Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) itu pun menilai Moeldoko sosok melupakan jasa yang diberikan orang lain kepadanya. Yakni, jabatan yang diterima Moeldoko saat SBY menjabat sebagai Presiden ke-6 Indonesia.
"Kata orang Jawa kacang lupa lanjaran (kulitnya)," tutur dia.
Sebelumnya, SBY sempat mengutarakan penyesalan telah memberikan jabatan kepada Moeldoko. Penyesalan ini tak lepas dari upaya Moeldoko merebut kepemimpinan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebagai Ketua Umum Demokrat.
"Rasa malu dan bersalah saya yang dulu beberapa kali memberikan kepercayaan dan jabatan kepadanya (Moeldoko)," kata SBY dalam konferensi pers yang dilakukan secara virtual, Jumat (5/3).(OL-5)
Lima menteri turut tergugat, yakni Menteri Kehutanan, Menteri Lingkungan Hidup, Menteri ATR/BPN, Menteri ESDM, dan Menteri Investasi dan Hilirisasi.
SBY menyatakan bahwa kendali kepemimpinan Partai Demokrat sepenuhnya berada di tangan Ketua Umum Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).
Partai Demokrat yang sebelumnya sempat menolak usulan Pilkada tak langsung kini mengubah haluan dan setuju atas hal tersebut.
Direktorat Reserse Siber Polda Metro Jaya selidiki laporan Partai Demokrat terkait hoaks yang menyeret SBY. Empat akun medsos dipolisikan atas fitnah korupsi dan status tersangka.
Laporan Partai Demokrat tersebut teregistrasi dengan nomor: LP/B/97/I/2026/SPKT/Polda Metro Jaya.
Demokrat menyatakan keberatan mendalam karena merasa dirugikan secara institusi maupun nama baik tokoh sentral partai.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved