Senin 01 Maret 2021, 17:39 WIB

Masih Solid, Demokrat Beberkan Andil SBY Bangun Parpol

Putra Ananda | Politik dan Hukum
Masih Solid, Demokrat Beberkan Andil SBY Bangun Parpol

Antara/M Risyal Hidayat.
Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat SBY (kiri) meninggalkan ruangan usai Kongres V Partai Demokrat di Jakarta beberapa waktu lalu.

 

PARTAI Demokrat diyakini masih solid di bawah kepemimpinan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Pemecatan tujuh kader Demokrat oleh AHY merupakan langkah yang didukung para kader Demokrat di daerah.

"Partai Demokrat alhamdulillah solid di bawah Ketua Umum AHY. Para pemilik suara dan kader di pusat maupun di daerah, di akar rumput, banyak yang bersukacita para pelaku Gerakan Pengambilalihan Kepemimpinan Partai Demokrat (GPK PD) yang bekerja sama dengan oknum kekuasaan dipecat," ungkap Kepala Badan Komunikasi Strategis DPP Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra melalui keterangan resminya yang ia sampaikan kepada awak media di Jakarta, Senin (1/3).

Menurut Herzaky, pemecatan tujuh kader yang melakukan Gerakan Pengambilalihan Kepemimpinan PD merupakan langkah paling tepat yang diambil partai berlogo mercy tersebut. Pemecatan dilakukan karean ketujuh kader terbukti memiliki niat untuk melakukan kudeta terhadap posisi AHY sebagai ketua umum.

"Anda-anda dipecat karena tindakan anda sendiri, terlibat dalam Gerakan Pengambilalihan Kepemimpinan Partai Demokrat dan bekerja sama dengan oknum kekuasaan melakukan abuse of power serta mencederai demokrasi Indonesia," ungkapnya.

Oleh karena itu, Herzaky menjelaskan bahwa pernyataan apapun yang diungkapkan oleh tujuh kader yang telah resmi dipecat tersebut sama sekali tidak mewakili Demokrat. Dirinya juga membantah pernyataan yang menyebut bahwa Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tidak memiliki andil dalam pendirian Partai Demokrat.

"Ini namanya manipulasi sejarah kalau bilang enggak ada keringat Pak SBY mendirikan partai," ungkap Zaky. Gagasan membentuk Demokrat, lanjutnya, dimulai ketika SBY kalah dari Hamzah Haz untuk menjadi calon wakil presiden Megawati Soekarnoputri dalam pemilihan di Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) pada 2001.

Almarhum Ventje Rumangkang kemudian menyarankan SBY mendirikan partai. Ventje menyampaikan bahwa banyak orang yang menginginkan SBY menjadi pemimpin nasional, termasuk menjadi wakil presiden.

"Namun realitas politik tak memungkinkan lantaran SBY ketika itu tak punya partai. Setelah berdiskusi dengan Ibu Ani, Bapak SBY kemudian mengamini usulan Ventje," jelasnya.

Kemudian SBY pula yang kemudian menciptakan nama, logo, bendera, mars, hingga manifesto politik Partai Demokrat. Selanjutnya Demokrat didirikan pada 9 September 2001, mengambil tanggal yang sama dengan hari ulang tahun SBY pada tanggal 9 bulan sembilan.

"Begitu pula dengan pemilihan jumlah deklarator pendiri partai sebanyak 99 orang. Di antara deklarator itu, bahkan ada nama staf pribadi SBY," papar Zaky. (OL-14)

Baca Juga

Dok MI

NasDem Dukung Percepatan Penggabungan Kemendikbud dan Kemenristek

👤Mediaindonesia.com 🕔Rabu 14 April 2021, 05:18 WIB
Pemerintah perlu percepat dan kesigapan dalam menggabungkan Kemendikbud dan Kemenristek karena program masing-masing sedang...
Dok MI

Ide Calon Tunggal Pilpres 2024 Merupakan Kemunduran Demokrasi

👤Emir Chairullah 🕔Selasa 13 April 2021, 23:54 WIB
“Jika narasi calon tunggal itu terus dikembangkan, kader-kader bangsa terbaik akan dihambat karena tidak bisa ikut serta dalam...
MI/Susanto

KPK Kejar Pihak yang Sengaja Hilangkan Barang Bukti Pajak

👤Cahya Mulyana 🕔Selasa 13 April 2021, 23:40 WIB
KOMISI anti-rasuah mengultimatum pihak yang sengaja menghilangkan bukti suap pajak di Kantor PT Jhonlin Baratama akan dibawa ke meja...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Tajamnya Lancang Kuning di Lapangan

 Polda Riau meluncurkan aplikasi Lancang Kuning untuk menangani kebakaran hutan dan lahan. Berhasil di lapangan, dipuji banyak kalangan.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya