Senin 01 Maret 2021, 17:29 WIB

Kunjungan Kerja Komisi I DPR ke Luar Negeri Dinilai Penting

Andhika Prasetyo | Politik dan Hukum
Kunjungan Kerja Komisi I DPR ke Luar Negeri Dinilai Penting

Antara
Petugas menyemprotkan cairan disinfektan di gedung DPR RI.

 

KOMISI I DPR RI membatalkan rencana kunjungan kerja ke Qatar pada 28 Februari-6 Maret 2021. Pembatalan dilakukan karena muncul kecaman dari publik.

Anggota parlemen dinilai hanya menghamburkan anggaran negara di tengah pandemi covid-19. Sebelumnya, wacana untuk terbang ke salah satu Negara Teluk itu bertujuan melaksanakan fungsi pengawasan.

Menanggapi hal tersebut, beberapa Duta Besar Republik Indonesia angkat bicara. Dubes RI untuk Turki Lalu Muhammad Iqbal menilai kunjungan Komisi I cukup penting.

Baca juga: Parlemen Indonesia-Uzbekistan Sepakat Tingkatkan Kerja Sama

Lewat kunjungan tersebut, anggota dewan dapat mengetahui dan melihat secara langsung tantangan serta persoalan yang dihadapi Kementerian Luar Negeri. Berikut, seluruh perwakilan Indonesia di negara terkait.

"Dengan melihat langsung, mereka akan tahu bahwa banyak diplomat yang sudah bekerja melampaui panggilan tugas mereka," tutur Iqbal saat dihubungi, Senin (1/3).

Selain itu, kunjungan kerja Komisi I juga kerap dimanfaatkan oleh perwakilan negara untuk melakukan diplomasi parlemen. "Dalam pengalaman kami, kunjungan kerja selalu kami manfaatkan untuk diplomasi parlemen. Kami dapat kesempatan tukar pikiran yang substantif antara Komisi I dan mitra parlemen di Turki," imbuhnya.

Baca juga: Napoleon Pertanyakan Bukti Kasus yang Menjerat Dirinya

Upaya tersebut biasanya efektif mendorong proses kerja sama bilateral. Sebagai dua negara demokratis, parlemen memiliki peran penting di negara masing-masing.

Hal senada diutarakan Duta Besar RI untuk Korea Selatan Umar Hadi. Kunjungan Kerja Komisi I ke negara sahabat dinilainya penting dalam rangka menjalankan fungsi pengawasan.

"Namun, ketika dihadapkan pada situasi pandemi covid-19, tentu harus dipahami jika pelaksanaan kunjungan kerja jadi terhambat," tutur Umar.(OL-11)
 

Baca Juga

Antara

PKS Ragu Satgas BLBI Mampu Kembalikan Uang Negara

👤Putra Ananda 🕔Selasa 13 April 2021, 17:52 WIB
PKS menilai pembentukan Satgas BLBI sebagai pil penenang publik terhadap terbitnya Surat Perintah Penghentian Penyidikan...
MI/M Irfan

Dugaan Kebocoran Informasi, KPK Diminta Lakukan Evaluasi Internal

👤Tri Subarkah 🕔Selasa 13 April 2021, 16:26 WIB
KPK diminta melakukan evaluasi internal terkait dugaan bocornya informasi saat penyidik akan melakukan penggeledahan terkait kasus...
Dok Pribadi

Yenti Garnasih: Kasus BLBI Jangan Semua Diperdatakan

👤Tri Subarkah 🕔Selasa 13 April 2021, 15:59 WIB
Yenti Garnasih meminta pemerintah untuk memilah kasus Bantuan Likuiditas Bank Indonesia atau BLBI yang masih dalam ranah...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Salah Kaprah Salurkan Energi

Kenakalan remaja pada masa lalu hingga masa kini masih ada, bahkan semakin meninggi. Itu terjadi karena remaja sering kali mementingkan solidaritas grup.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya