Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
ANGGOTA Komisi Kepolisan Nasional (Kompolnas) Poengky Indarti menyebut reformasi kultural Polri belum tuntas sehingga masih terjadinya masalah dalam tubuh kepolisian. Teranyar, anggota polisi Bripka CS menembak tiga orang hingga tewas, termasuk prajurit TNI AD di Cengkareng, Jakarta Barat.
"Kalau saya lihat semuanya mengarah pada masih belum tuntasnya reformasi kultural Polri," kata Poengky, ketika dihubungi, Jumat (26/2).
Poengky menjelaskan, berbarengan dengan masa reformasi, diharapkan pula reformasi kultural di institusi Polri yang menyasar perubahan pemikiran, budaya dan tingkah laku, dari yang semula militeristik menjadi sipil. Termasuk pula arogansi, gaya hidup mewah, koruptif, yang muncul pada masa Orde Baru diharapkan berubah.
Poengky mengatakan pimpinan Polri harus terus menyuarakan reformasi kultural itu dengan meningkatkan pembinaan dan pengawasan kepada anggota, sehingga bisa berubah dan tak mengulangi militerisme seperti Orde Baru.
"Lalu, reward and punishment harus dilaksanakan dengan baik, dan contoh teladan dari pimpinan juga harus diberikan, agar bawahan bisa meniru," kata Poengky.
Baca juga : Densus 88 Tangkap Terduga Teroris, Barang Bukti Panah dan Samurai
Lebih lanjut, ia mengatakan tindakan tegas dari pimpinan perlu dilakukan terhadap penyalahgunaan senjata api oleh bawahannya. Ia mengatakan sikap tegas tersebut supaya membuat anggota patuh.
"Contohnya sikap tegas Kapolda Metro Jaya yang segera memproses pidana dan etik oknum polisi CS, serta sikap tegas Kapolri dan Kadiv Propam terkait pengetatan pemberian ijin senpi dan larangan bagi anggota minum minuman keras dan mengunjungi tempat hiburan malam," kata Poengky.
Selain dari institusi Polri, ia menilai juga perlu ada pengawasan dari masyarakat agar adanya pengawasan berlapis. Sehingga, terciptanya reformasi kultural Polri dan tak lagi berbau militeristik.
"Perlu pengawasan berlapis dari pmpinan, Pengawas Internal, pengawas elsternal beserta media dan masyarakat untuk mengawal berjalannya reformasi kultural Polri," kata Poengky. (OL-7)
Video terbaru mengungkap kronologi penembakan Renee Nicole Good oleh agen ICE di Minneapolis. Korban sempat berkata “saya tidak marah” sebelum ditembak.
Penembakan yang menewaskan Renee Nicole Macklin Good, 37 tahun, pada Rabu lalu kini menjadi sorotan tajam publik dan aparat penegak hukum.
Wali Kota Minneapolis menuding pemerintahan Trump menutup fakta penembakan warga oleh agen ICE dan mendesak penyelidikan independen di tengah protes nasional.
Presiden Trump mengklaim penembakan wanita oleh petugas ICE di Minneapolis adalah bela diri, sementara Gubernur Tim Walz menyebut narasi tersebut sebagai propaganda.
Investigasi penembakan perempuan oleh petugas ICE di Minneapolis terhambat minimnya kamera tubuh. Akankah ada keadilan di tengah kebijakan imigrasi Trump yang keras?
Seorang perempuan tewas ditembak petugas imigrasi (ICE) di Minneapolis setelah diduga mencoba menabrak aparat. Otoritas AS menyebutnya sebagai aksi terorisme domestik.
KAPOLRES Tasikmalaya Ajun Komisaris Haris Dinzah mendapat apresiasi dari berbagai pihak.
Mantan Komisioner KPK 2011-2015, Bambang Widjojanto penggunaan bodycam pada aparat polisi sangat penting dalam penanganan aksi unjuk rasa yang kerap menghadirkan potensi gesekan.
Pengadilan Negeri Jakarta Utara telah menolak praperadilan yang diajukan AJ sehingga status tersangka sah dan sesuai prosedur.
Kedudukan Polri saat ini merupakan hasil keputusan politik hukum yang telah final.
Kepolisian merupakan unsur utama dalam pembentukan negara modern.
PRESIDEN Prabowo Subianto akhirnya membentuk Komisi Percepatan Reformasi Polri.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved