Headline
Tragedi Bantargebang menjadi bukti kegagalan sistemis.
Kumpulan Berita DPR RI
KABID Humas Polda Papua Kombes Kamal menyatakan aparat gabungan TNI-Polri terus mengejar kelompok kriminal bersenjata (KKB). Kamal juga menyebut kabar adanya pengungsian di wilayah Intan Jaya itu tidak benar.
“Tidak ada pengungsian di Intan Jaya pasca-kekerasan yang dilakukan oleh kelompok KKB. Masyarakat hanya mengamankan diri sementara di gereja," ujar Kamal, Rabu (24/2).
Kamal mengklaim jelang satu hari aparat Polres dan Pemda setempat langsung merespons serta memberikan bantuan bahan makanan kepada masyarakat yang mengamankan diri.
“Kapolres Intan Jaya dan bapak bupati memberikan bantuan bahan makanan, serta aparat TNI-Polri juga dikerahkan untuk melakukan pengamanan kepada masyarakat setempat. Saat ini, masyarakat sudah kembali ke rumah masing-masing," tuturnya.
Baca juga: Kapolri Pastikan Tindak Tegas Polisi Penjual Senpi ke KKB Papua
Sementara aparat gabungan TNI-Polri masih melakukan pengejaran terhadap KKB yang melakukan kekerasan terhadap warga.
Di sisi lain, lanjut Kamal, rutinitas patroli juga dilaksanakan setiap harinya guna menjamin keamanan masyarakat di Intan Jaya.
Hingga saat ini, Polda Papua memfokuskan keamanan dan pemantauan kelompok KKB di 3 wilayah Papua, yaitu Nduga, Puncak Ilaga dan termasuk Intan Jaya.(OL-5)
11 bandara perintis di tiga provinsi Papua kini telah diamankan sepenuhnya oleh pasukan TNI setelah Februari lalu ditutup akibat gangguan keamanan oleh kelompok kriminal bersenjata atau KKB
Kepala BSKDN Kemendagri Yusharto Huntoyungo menekankan pentingnya analisis dan evaluasi terhadap kebijakan yang sudah tidak relevan dengan kondisi terkini.
Papua Connection menyerukan penghentian kekerasan bersenjata di Tanah Papua, khususnya yang menyasar warga sipil, guru, dan tenaga kesehatan.
Insiden penyerangan terjadi di Pos Pengamanan PT Kristal Kilometer 38, Kampung Lagari Jaya, Distrik Makimi, Kabupaten Nabire.
KAPOLRES Nabire AKBP Samuel Tatiratu, mengatakan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) pimpinan Aibon Kogoya menyerang pos milik PT Kristalin yang berlokasi di Makimi, Kabupaten Nabire.
Agenda utama pertemuan adalah pembahasan pengembangan, hilirisasi, serta potensi ekspor komoditas kakao Papua ke pasar global.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved