Headline
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN Joko Widodo kabarnya memilih Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo sebagai calon Kapolri. Jika lancar, Sigit akan menjadi Kapolri pertama di era Reformasi yang beragama Katolik dan mesti diantisipasi dari aksi teroris yang tidak suka dengan keputusan itu.
"Bagi kelompok seperti Jamaah Ansharut Daulah (JAD) atau Mujahidin Indonesia Timur (MIT), polisi halal diserang. Apalagi polisi yang dipimpin seorang Katolik, menambah dan membuat mereka marah," ujar Direktur The Indonesia Intelligence Institute Ridlwan Habib kepada Media Indonesia, Selasa (12/1).
Menurut dia, terdapat potensi aksi dari kelompok-kelompok teroris yang tidak suka dengan calon Kapolri beragama Katolik. Karena itu, kepolisian di seluruh Indonesia harus meningkatkan kewaspadaan.
Baca juga: Presiden Diminta Libatkan KPK dan PPATK
Itu terutama saat situasi fit and proper test calon Kapolri baru.
"Densus 88 harus siaga satu terutama di polres-polres daerah yang jauh dari Jakarta," terangnya.
Meski demikian, ia menilai pilihan Presiden Jokowi sudah tepat karena berdasarkan faktor loyalitas dan profesionalisme, Sigit pernah menjabat sebagai ajudan Jokowi dan juga sebagai Kapolres Solo pada 2011.
"Presiden perlu figur Kapolri yang terbiasa berkoordinasi dan sudah faham karakternya," ujar Ridlwan.
Sigit juga pernah menjadi Kapolda Banten sehingga menguasai bermacam-macam karakter organisasi masyarakat. Sigit juga pernah menjadi pembicara dalam Kursus Ketahanan Nasional DPP PKS pada Februari tahun lalu.
"Hubungan Sigit dengan tokoh tokoh Islam berjalan harmonis," pungkasnya. (OL-1)
KAPOLRI Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan kebijakan Work From Anywhere (WFA) guna mengurai kepadatan pada puncak arus balik Lebaran 2026.
Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo memprediksi puncak arus balik Hari Raya Idul Fitri 1446 Hijriah akan dimulai pada 24 Maret 2026.
Kapolri menyatakan hal tersebut guna mengantisipasi potensi kecelakaan di tempat wisata seiring dengan melonjaknya jumlah wisatawan pada momen libur nasional tersebut.
Sebanyak 86 rekaman CCTV telah dikumpulkan dan dipaparkan dalam proses penyelidikan. Seluruh rekaman tersebut kini dianalisis untuk mengungkap peristiwa secara menyeluruh
KAPOLRI Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyatakan penyidik telah mengamankan 86 rekaman CCTV untuk mengungkap identitas pelaku penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus.
Guna menjamin keamanan perjalanan, Kapolri menegaskan, pemeriksaan teknis kendaraan (ramp check) dan pemeriksaan kesehatan bagi awak bus menjadi prioritas utama
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved