Headline
Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.
Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN Joko Widodo kabarnya memilih Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo sebagai calon Kapolri. Jika lancar, Sigit akan menjadi Kapolri pertama di era Reformasi yang beragama Katolik dan mesti diantisipasi dari aksi teroris yang tidak suka dengan keputusan itu.
"Bagi kelompok seperti Jamaah Ansharut Daulah (JAD) atau Mujahidin Indonesia Timur (MIT), polisi halal diserang. Apalagi polisi yang dipimpin seorang Katolik, menambah dan membuat mereka marah," ujar Direktur The Indonesia Intelligence Institute Ridlwan Habib kepada Media Indonesia, Selasa (12/1).
Menurut dia, terdapat potensi aksi dari kelompok-kelompok teroris yang tidak suka dengan calon Kapolri beragama Katolik. Karena itu, kepolisian di seluruh Indonesia harus meningkatkan kewaspadaan.
Baca juga: Presiden Diminta Libatkan KPK dan PPATK
Itu terutama saat situasi fit and proper test calon Kapolri baru.
"Densus 88 harus siaga satu terutama di polres-polres daerah yang jauh dari Jakarta," terangnya.
Meski demikian, ia menilai pilihan Presiden Jokowi sudah tepat karena berdasarkan faktor loyalitas dan profesionalisme, Sigit pernah menjabat sebagai ajudan Jokowi dan juga sebagai Kapolres Solo pada 2011.
"Presiden perlu figur Kapolri yang terbiasa berkoordinasi dan sudah faham karakternya," ujar Ridlwan.
Sigit juga pernah menjadi Kapolda Banten sehingga menguasai bermacam-macam karakter organisasi masyarakat. Sigit juga pernah menjadi pembicara dalam Kursus Ketahanan Nasional DPP PKS pada Februari tahun lalu.
"Hubungan Sigit dengan tokoh tokoh Islam berjalan harmonis," pungkasnya. (OL-1)
Ia menyoroti langkah Presiden yang telah membentuk Komisi Percepatan Reformasi Polri sebagai upaya yang seharusnya dihormati oleh parlemen.
Penempatan Polri di bawah kementerian berpotensi menimbulkan masalah baru dalam sistem komando dan pengambilan keputusan.
Salah satu poin fundamental dalam rekomendasi tersebut adalah penegasan kedudukan Polri sebagai alat negara yang berada langsung di bawah otoritas Presiden.
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo secara tegas menyatakan bahwa Polri harus tetap berada langsung di bawah Presiden sebagai alat negara di bidang keamanan.
Listyo menyatakan bahwa Polri terus melangkah dengan berbagai upaya sosialisasi skala besar untuk menyamakan persepsi seluruh jajaran penegak hukum di lapangan.
Pengamat Sebut Polri Perlu Fokus pada Penguatan Reformasi Internal
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved