Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
MERASA jenuh lantaran lama tinggal di tempat evakuasi sementara (TES), sejumlah pengungsi erupsi Gunung Merapi di Balai Desa Tegalmulyo dan Balai Desa Balerante, Kecamatan Kemalang, Kabupaten Klaten, memilih kembali ke rumah.
Warga mulai mengungsi sehari setelah Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta menaikkan status Gunung Merapi dari waspada (level II) menjadi siaga (level III) pada 5 November 2020.
Hingga Jumat (25/12) pukul 21.000 WIB, sebanyak 83 pengungsi asal kawasan rawan bencana (KRB) III Gunung Merapi yang masih bertahan di TES Balai Desa Tegalmulyo dan 257 pengungsi yang tinggal di TES Balai Desa Balerante.
Sebelumnya, pada awal pengungsian, TES Balai Desa Tegalmulyo menampung sekitar 100 orang dan TES Balai Desa Balerante sebanyak 279 orang. Pengungsi berkurang dimungkinkan karena mereka jenuh lama tinggal di pengungsian.
Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Klaten Sip Anwar kepada mediaindonesia.com membenarkan sebagian pengungsi erupsi Gunung Merapi yang kembali ke rumah lantaran mereka merasa jenuh lama tinggal di tempat pengungsian.
Baca juga: Sediakan Jaringan Internet untuk Pengungsi Erupsi Merapi
Saat ini, sebanyak 83 pengungsi di TES Balai Desa Tegalmulyo asal Dukuh Canguk, Sumur, dan Pajegan. Sedangkan 257 pengungsi di TES Balai Desa Balerante warga Dukuh Sambungrejo, Ngipiksari, Gondang, Ngelo, dan Sukorejo.
Total warga KRB III Gunung Merapi yang kini masih bertahan di pengungsian berjumlah 340 orang. Sebanyak 151 orang di antaranya kelompok rentan, seperti balita, anak-anak, lansia, ibu hamil, ibu menyusui, dan penyandang disabilitas.
Humas BPBD Klaten Nur Tjahjono Suharto menambahkan BPPTKG Yogyakarta menetapkan tiga desa di Kecamatan Kemalang, Klaten, yaitu Desa Tegalmulyo, Desa Balerante, dan Desa Sidorejo sebagai KRB III Gunung Merapi.
"Namun, dari tiga desa itu yang belum ada pengungsian di Desa Sidorejo terutama warga KRB III Dukuh Petung, Kembangan, dan Deles. Untuk pengungsi dari desa ini telah disiapkan TES di GOR Kalimosodo," tutur Nur.(OL-5)
Peralatan pemantau aktivitas Gunung Merapi mencatat lonjakan kegempaan selama periode Jumat (9/1) hingga Kamis (15/1), dengan total 1.277 kejadian gempa.
Jarak luncur ke-8 kali awan panas guguran itu maksimum 1.500 meter dari puncak dan mengarah ke barat daya atau mengarah ke hulu Kali Krasak, Bebeng dan Sat/Putih.
BPPTKG Yogyakarta melihat adanya sedikit perubahan morfologi pada kubah barat daya Gunung Merapi, akibat perubahan volume kubah dan aktivitas guguran lava.
BPPTKG Yogyakarta menyatakan luncuran awan panas guguran maupun lava Gunung Merapi, masih dalam jarak aman dari permukiman maupun destinasi wisata di lereng gunung itu.
BADAN Geologi ESDM menyebut dari sekitar 500 gunung api di Indonesia, pertengahan Desember ini sebanyak 3 gunung berstatus siaga, 24 waspada, dan total 127 gunung api berstatus aktif.
"Jadi memang wajar (terjadi guguran) ketika musim hujan di bulan November, Desember (2025), kemudian puncaknya nanti Januari, Februari (2026) itu intensitas guguran akan sedikit meningkat,"
Namun di beberapa titik terparah di Pekalongan, genangan masih mencapai 80 hingga 100 sentimeter, terutama di kawasan Tirto dan sekitarnya.
Berdasarkan data BPBD, di Kabupaten Pekalongan jumlah pengungsi mencapai 1.411 orang dan di Kota Pekalongan meningkat dari sebelumnya 1.472 orang menjadi 2.400 orang.
Senin (19/1) banjir di Kota Pekalongan meluas dari sebelumnya melanda 2 Kecamatan, kini telah merendam ribuanvrunah di 5 kecamatan yakni Wiradesa, Tirto, Sragi, Siwalan, dan Wonokerto.
Berdasarkan pemantauan terbaru, jumlah pengungsi mulai menunjukkan tren penurunan seiring dengan surutnya genangan di beberapa wilayah.
Proses distribusi dilakukan secara terukur agar bantuan tepat sasaran sesuai dengan eskalasi kebutuhan di setiap lokasi.
Selain warga Jakarta Barat, terdapat delapan KK warga Kelurahan Cipete Utara yang terpaksa mengungsi di Mushalla Nurul Iman.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved