Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
STAF Khusus Ketua Dewan Pengarah BPIP Antonius Benny Susetyo menegaskan bangsa Indonesia merupakan bangsa yang majemuk dan multikultural. Oleh karena itu, tidak boleh ada satu kelompok pun yang merasa dominan.
"Negara ini majemuk dan beragam. Negara ini milik semua masyarakat. Tidak boleh ada yang merasa dominan dan berkuasa," ujar Benny dalam acara Persamuhan Lintas Generasi Memaknai Nilai Pancasila di Jakarta, Selasa (15/12).
Sebagaimana diketahui, beberapa waktu terakhir, terdapat beberapa aksi merugikan yang dilakukan kelompok masyrakat tertentu. Menurut Benny, hal tersebut dilakukan karena mereka merasa dominan dan memiliki kekuasaan atas orang-orang lain.
Ia pun menekankan mereka yang merasa dominan itu tidak lebih dari sebuah upaya untuk merusak persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia.
"Oleh karena itu, Pancasila merupakan jawabannya. Pancasila adalah pemandu kebijakan kita dalam merawat kebhinekaan," terangnya.
Baca juga: Mahfud MD: Indonesia Selalu Junjung Harmoni
Nilai-nilai Pancasila, sambung Benny, harus dapat diterapkan dalam seluruh aspek kehidupan terutama oleh para penyelenggara negara karena mereka adalah sosok yang selalu menjadi sorotan.
Selain itu, aspek lain yang perlu diperhatikan adalah kemajuan teknologi khususnya dunia maya. Benny melihat dunia maya terlalu mengeksploitasi agama, keyakinan, dan hal-hal privat sehingga kerap terjadi benturan.
"Ruang publik harus dibersihkan dari virus kebencian. Ruang publik harus mengaktualisasikan Pancasila. BPIP punya peran melalui ikon-ikon Pancasila untuk membantuk dan menguruskan Pancasila bagi bangsa dan negara," ujarnya. (P-5)
BPIP bekerja sama dengan Universitas Sebelas Maret (UNS) dan Perkumpulan Program Studi Pendidikan Sejarah Indonesia (P3SI) menyelenggarakan Seminar Nasional Sejarah Pancasila
DEWAN Pimpinan Pusat Gerakan Nasionalis (DPP GAN) menggelar audiensi dengan Wakil Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Rima Agristina, beserta jajaran.
BPIP meraih predikat Informatif dengan nilai 93,35 pada Monitoring dan Evaluasi Keterbukaan Informasi Publik Tahun 2025 oleh Komisi Informasi Pusat (KIP).
DEWAN Pakar BPIP Bidang Strategi Kebijakan Luar Negeri, Darmansjah Djumala, mengatakan bencana banjir Sumatra membangkitkan naluri kemanusiaan bangsa Indonesia.
Kepala BPIP Yudian Wahyudi menegaskan Pancasila harus menjadi roh kehidupan bangsa dan panduan dalam bertindak, berpikir, serta bersikap.
BPIP bukan sekadar simbol pembinaan ideologi, tetapi menjadi garda terdepan dalam menjaga nilai-nilai Pancasila.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved