Headline
Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.
Kumpulan Berita DPR RI
STAF Khusus Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Antonius Benny Susestyo mengatakan konten-konten di media, baik elektronik dan sosial, turut menumbuhkembangkan potensi perilaku korupsi di masyarakat.
Ia melihat, saat ini, banyak program di televisi dan platform-platform lain yang mempertontonkan hedonisme. Sementara, konten keteladanan dan moralitas justru semakin meredup.
“Hilangnya program-program tentang moralitas dan keteladanan di ruang publik, serta maraknya konten hedonisme membuat tindakan korupsi baik besar maupun kecil seakan-akan hal yang lumrah," ujar Benny melalui keterangan resmi, Senin (7/12).
Baca juga: Polri Buru Empat Pengikut Rizieq Lainnya yang Kabur
Oleh karena itu, ia menekankan ruang publik sudah semestinya diisi dengan konten-konten positif yang menanamkan dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila.
Harus ada upaya serius untuk memasukkan nilai-nilai Pancasila ke dalam hal-hal kekinian dengan model pembinaan yang aplikatif dengan sistem digital.
Dalam hal tersebut, lanjut Benny, keluarga juga berperan besar untuk dapat menyaring program-program apa saja yang boleh dan tidak boleh dikonsumsi anak-anak.
"Pencegahan korupsi seharusnya dimulai dari pendidikan keluarga. Kejujuran serta keterbukaan harus mulai ditanamkan sejak dini kepada anak-anak," ucapnya.(OL-4)
Berdasarkan data dari situs pemantau gangguan Downdetector, laporan mulai meroket sejak pukul 07.40 WIB. Skala gangguan ini cukup luas, mencakup pengguna di Amerika Serikat, Eropa
KETUA DPR RI Puan Maharani mengaku mendukung Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) soal aturan pembatasan akses media sosial bagi anak di bawah usia 16 tahun.
Berbagai elemen masyarakat sipil, praktisi pendidikan, dan perwakilan legislatif menyerukan peninjauan ulang yang mendalam terhadap rencana implementasi PP Tunas.
Masifkan Sosialisasi, Kuatkan Literasi Digital dan Penggunaan Internet Sehat
Kasus ini bermula dari rapuhnya harmonisasi komunikasi di ruang digital
Melalui platform seperti YouTube dan Instagram, Endar Yuliwanto tidak hanya membagikan rutinitas harian seorang pegawai, tetapi juga membedah perspektif mendalam mengenai kewirausahaan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved