Kamis 03 Desember 2020, 14:15 WIB

KPK Angkut 8 Sepeda, Duit Rp4 Miliar dari Rumah Edhy Prabowo

Dhika kusuma winata | Politik dan Hukum
KPK Angkut 8 Sepeda, Duit Rp4 Miliar dari Rumah Edhy Prabowo

Antara
KPK melakukan penggeledahan di rumah dinas Edhy Prabowo

 

KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah rumah dinas Menteri Kelautan dan Perikanan nonaktif Edhy Prabowo di kawasan Widya Chandra, Jakarta Selatan, Rabu (2/2) malam. Dari penggeledahan itu, KPK mengamankan sejumlah dokumen, sepeda, dan uang senilai Rp4 miliar.

"Ditemukan dan diamankan antara lain sejumlah dokumen terkait perkara ini, barang bukti elektronik, dan delapan unit sepeda yang pembeliannya diduga berasal dari penerimaan uang suap," kata Pelaksana Tugas Juru Bicara KPK Ali Fikri, Kamis (3/12).

Dari pengeledahan itu, KPK juga mengamankan uang total senilai Rp4 miliar dalam mata uang rupiah asing. Uang tersebut juga diduga berkaitan dengan dugaan suap.

"Ditemukan juga sejumlah uang dalam bentuk rupiah dan mata uang asing dengan total senilai sekitar Rp4 miliar. Tim penyidik akan menganalisa seluruh barang dan dokumen serta uang yang ditemukan dalam proses penggeledahan tersebut untuk selanjutnya segera dilakukan penyitaan," ucap Ali Fikri.

Terkait sepeda yang diamankan itu, tim KPK saat melakukan penangkapan di Bandara Soekarno Hatta juga menyita satu unit sepeda balap yang harganya diperkirakan ratusan juta. Sepeda itu diduga dibeli Edhy di Amerika Serikat dengan uang hasil suap ekspor benur. Selain sepeda, tim KPK saat itu juga mengamankan sejumlah tas dan jam tangan mewah.

Dalam beberapa hari terakhir KPK sudah menggeledah sejumlah lokasi. Penyidik sebelumnya juga menggeledah rumah tersangka Direktur PT Dua Putra Perkasa (PT DPP) Suharjito, kantor serta gudang PT DPP di Bekasi, Jawa Barat. Penggeledahan digelar Selasa (1/12) hingga Rabu (2/12) dini hari.

Baca juga: KPK Libatkan PPATK Terkait Edhy Prabowo

Dari penggeledahan itu, KPK mengamankan barang bukti dalam antara lain dokumen izin ekspor benur. Penyidik juga menemukan dokumen transaksi keuangan yang diduga terkait pemberian suap ke Edhy Prabowo.

"Barang yang ditemukan dan diamankan di antaranya dokumen terkait ekspor benih lobster, dokumen transaksi keuangan yang diduga terkait dengan dugaan pemberian suap, dan bukti-bukti elektronik lainnya," imbuh Ali Fikri.

Untuk penggeledahan di kantor PT Aero Citra Kargo (ACK) di kawasan Jakarta Barat, pada Selasa (1/12), penyidik telah menyita sejumlah dokumen ekspor dan bukti elektronik.

Pada Jumat (27/11) pekan lalu, penyidik juga KPK menggeledah beberapa ruangan di kantor KKP. Penyidik menemukan dan mengamankan uang tunai dalam bentuk rupiah dan mata uang asing. Penyidik juga menyita barang bukti elektronik.

KPK menetapkan tujuh tersangka dalam kasus itu yakni Menteri Edhy Prabowo, dua Staf Khusus Menteri KKP yakni Safri dan Andreau Pribadi Misata, staf istri Menteri KKP Ainul Faqih, pengurus PT Aero Citra Kargo Siswadi, Direktur PT Dua Putra Perkasa Suharjito, dan sekretaris pribadi Edhy, Amiril Mukminin.

Edhy diduga menerima suap dari pengusaha berkaitan perizinan ekspor benur dan membelanjakan uang tersebut membeli barang-barang mewah saat berada di Honolulu, Hawaii, Amerika Serikat.(P-5)

Baca Juga

MI/Susanto

ICW Surati Komjak soal Pelanggaran Kode Etik

👤Tri Subarkah 🕔Sabtu 16 Januari 2021, 01:00 WIB
Dalam laporan ke Komjak 14 Oktober 2020, Kurnia mengatakan pihaknya menyampaikan empat...
Antara

Aktivis Desak Listyo Sigit Tuntaskan Kasus Novel

👤Yakub Pryatama Wijayaatmaja 🕔Jumat 15 Januari 2021, 22:10 WIB
Tim Advokasi Novel Baswedan menilai penyelidikan maupun penyidikan yang dilakukan oleh Kepolisian tidak kunjung menuai...
Antara

ICW Minta Komjak Proses Laporan Jaksa Nakal Kasus Pinangki

👤Tri Subarkah 🕔Jumat 15 Januari 2021, 20:20 WIB
Sebelumnya, ICW telah melaporkan tiga orang jaksa penyidik dalam dugaan kasus gratifikasi pengurusan fatwa Mahkamah Agung (MA) Joko...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya