Headline
Indonesia tangguhkan pembahasan soal Dewan Perdamaian.
Kumpulan Berita DPR RI
PAKAR Hukum Tata Negara Refly Harun, Selasa (3/11), memenuhi panggilan penyidik Bareskrim Polri untuk menjadi saksi dalam kasus dugaan ujaran kebencian terhadap Nahdlatul Ulama (NU) yang menjerat Sugi Nur Raharja.
Refly Harun mendatangi Bareskrim Polri sekitar pukul 10.00 WIB untuk menemui penyidik Iptu Elias Munthe dan tim direktorat tindak pidana siber Bareskrim Polri.
"Saya datang sebagai saksi dalam perkara tindak pidana menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan SARA," papar Refly, di Mabes Polri, Selasa (3/11).
Baca juga: Napoleon Sebut Ada Jatah untuk Petinggi
Refly juga menampik sengaja memancing pernyataan kontroversial Sugi Nur lewat pertanyaannya.
"Kan Gus Nur bilang ditanya siapa pun kalau soal hal itu dia akan jawabnya sama," ungkapnya.
Refly mengklaim pertanyaan yang dilontarkan kepada Sugi Nur tidak menyudutkan pihak manapun.
"Tidak ada yang salah, salahnya di mana? Karena ketika orang lain yang nanya, dia akan jawab yang sama," terangnya.
Menurutnya, kolaborasi konten video antar-Youtuber dalam bentuk interview adalah hal yang biasa.
"Dengar enggak rekamannya. Kan Gus Nur bilang ditanya siapa pun dia akan jawab sama. Kalau namanya mancing, dia terjebak," tegasnya.
Ia mengklaim unggahan video tersebut di Youtube merupakan hasil kesepakatan dua belah pihak.
Penyidik Bareskrim, sejauh ini, telah memeriksa empat saksi. Dua di antaranya ialah pihak pelapor dan dua lainnya merupakan ahli bahasa dan hukum pidana.
Penyidik rencananya akan melakukan pemeriksaan terhadap ahli ITE. Pemeriksaan tersebut bakal dilakukan usai penyidik memeriksa bukti video terkait ujaran kebencian terhadap NU yang dilakukan tersangka Sugi Nur.
Sugi Nur ditangkap penyidik Bareskrim Polri di kediamannya yang berlokasi di Kecamatan Pakis, Malang, Jawa Timur, pada Sabtu (24/10). (OL-1)
Bareskrim serahkan aset judi online ke Kejagung, Pemberantasan judi online di Indonesia 2026, Update kasus judi online Bareskrim Polri.
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menegaskan penyelidikan kasus dugaan penganiayaan anak di Tual, Maluku Tenggara, berjalan transparan. Polri juga menindak kasus emas ilegal.
Korps Bhayangkara kini tengah mendalami unsur dugaan pidana terkait isu 'saham gorengan' yang disinyalir menjadi biang kerok anjloknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) baru-baru ini.
SEJUMLAH aktivis lingkungan dan kreator konten resmi melaporkan serangkaian aksi teror dan intimidasi yang mereka alami ke Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri, Rabu (14/1/2026).
ANGGOTA Komisi III DPR RI, Martin Daniel Tumbelaka, mengapresiasi keberhasilan Bareskrim Polri dalam membongkar sindikat perjudian daring yang mengoperasikan 21 situs.
Selain penindakan hukum terhadap para pelaku, Polri juga bergerak memutus akses perjudian di dunia maya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved