Jumat 02 Oktober 2020, 14:35 WIB

KPK: Kok Bisa Mahkamah Agung Mengoreksi Perkara Inkrah

Cahya Mulyana | Politik dan Hukum
KPK: Kok Bisa Mahkamah Agung Mengoreksi Perkara Inkrah

Antara
Ilustrasi

 

KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK) mempertanyakan koreksi putusan perkara yang telah berkekuatan hukum tetap (Inkrah) melalui peninjauan kembali (PK). Padahal, seluruh perkara tersebut sudah berkekuatan hukum tetap atau proses pembuktian sudah final.

"Pada tahap pembuktian di persidangan perkara yang dimohonkan PK dipastikan dakwaan jaksa penuntut umum sudah terbukti dan terdakwa dinyatakan bersalah yang kemudian perkara mempunyai kekuatan hukum serta jaksa pun sudah melakukan eksekusi," tegas Pelaksana Tugas Juru Bicara KPK Ali Fikri kepada Media Indonesia, Jumat (2/10).

KPK mengakui bahwa PK adalah upaya hukum luar biasa yang merupakan hak terpidana untuk menguji putusan hakim sebelumnya. Langkah dilakukan karena percaya terdapat keadaan baru atau novum, ada pertentangan putusan dan atau kekhilafan hakim.

Bila menilik dari proses peradilan hingga dinyatakan berkekuatan hukum tetap, ungkap Ali, maka setiap perkara rasuah yang ditangani KPK sudah tidak patut lagi adanya koreksi. "Artinya bahwa seluruh proses dan materi penyidikan serta penuntutan yang dilakukan KPK dalam konteks ini sudah selesai, tidak perlu diuji kembali," tegasnya.

Menurut dia, KPK tidak bisa berbuat apapun melihat fenomena pengurangan vonis hukuman melalui PK. KPK hanya bisa memperbaiki kinerja penanganan perkara supaya pada tahap pembuktian lebih kuat dalam meningkatkan keyakinan hakim.

"Bahwa KPK sebagai salah satu lembaga penegak hukum tentu harus selalu melakukan penguatan kegiatan penyidikan dan penuntutannya serta memastikan setiap yang dilakukan selalu dalam koridor aturan hukum yang berlaku," pungkasnya. (OL-13)

Baca Juga: Sempat Diperberat Artidjo, Vonis Koruptor e-KTP Dipangkas Lewat PK

Baca Juga

MI/ANDRI WIDIYANTO

PP Muhammadiyah Desak Penuntasan Kasus Tewasnya Laskar FPI

👤Dhika Kusuma Winata 🕔Senin 18 Januari 2021, 17:20 WIB
Masih banyak hal yang belum jelas dalam pengungkapan kasus bentrok antara polisi dan laskar...
ANTARA

Bantah Terkait Suap, Anak Raja Dangdut: Kalau Belajar Kuda ke Saya

👤Cahya Mulyana 🕔Senin 18 Januari 2021, 16:45 WIB
Rommy mengaku tidak mengetahui adanya dua kali surat panggilan dari...
ANTARA

Kesan Mendagri soal Calon Kapolri Listyo Sigit

👤Indriyani Astuti 🕔Senin 18 Januari 2021, 16:20 WIB
Ketika Tito menjabat menjadi kapolri, telah ada dua jabatan strategis yang dipegang Listyo...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya