Headline
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Kumpulan Berita DPR RI
STRATEGISNYA posisi Aparatur Sipil Negara (ASN) beserta birokrasi seringkali dimanfaatkan oleh calon kepala daerah petahana. Birokrasi ASN berada dalam posisi terpolitisasi oleh kepentingan calon kepala daerah yang berasal dari petahana.
"Netralitas ASN itu kan menjadi penting. Cuma aturan-aturan secara detail bagaimana kita melihat ASN tidak netral itu kan sulit mengawasinya," tutur Wakil Ketua Komisi II DPR-RI Saan Mustopa saat dihubungi di Jakarta, Minggu (30/8).
Tidak sedikit petahana dikatakan oleh Saan sering memanfaatkan posisinya untuk mendapatkan suara atau dukungan dari birokrasi yang ia gerakkan. Hal ini tentu membuat posisi ASN untuk menjaga netralitas selama pilkada sulit terwujud.
"ASN sering terseret-seret. Di satu sisi mereka ingin netral namun di satu sisi kan susah juga karena petahana itu pasti menggerakkan birokrasi," paparnya lebih lanjut.
Menyadari sulitnya menjaga netralitas ASN dalam perhelatan pilkada, Saan menuturkan Komisi II DPR mewacanakan untuk menyamakan posisi ASN setara dengan TNI/Polri dalam setiap perhelatan pilkada serentak. Itu artinya, kemungkinan besar hak pilih ASN akan dhilangkan dalam pilkada serentak.
Baca juga : Tanamkan Etika untuk Tingkatkan Kualitas Bangsa dalam Bernegara
"Kita mewacanakan dalam konteks pilkada ASN itu kita setarakan posisiya dengan TNI/Polri. Jadi mereka ga perlu ikut memilih sehingga resiko ASN tidak netral bisa diatasi," tutur Saan.
Sebelumnya, Wakil Ketua Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) Tasdik Kinanto mengatakan, pelanggaran netralitas Aparatur Sipil Negera (ASN) pada tahun ini cukup mengkhawatirkan. Terlebih, dalam momen menyambut pilkada serentak tahun 2020. Data yang bersumber dari KASN per 19 Agustus 2020, terdapat 490 ASN yang dilaporkan melanggar.
“Ini angka belum memasuki masa kampanye, jadi kita harus benar benar mengantisipasi pelanggaran kedepannya," kata Tasdik.
Sanksi yang kurang tegas oleh Pejabat Pembina Kepegawaian yaitu para Gubernur, Bupati dan Walikota, serta terbatasnya kewenangan lembaga pengawas menjadi salah satu penyebab maraknya pelanggaran netralitas ASN tersebut.
“Penguatan KASN menjadi urgen sebagai lembaga pengawas netralitas ASN, agar para pegawai tidak lagi abai dalam menjaga netralitas," tambahnya. (OL-2)
Menurut Khofifah, ini sangat penting sebab dalam waktu dekat di Jawa Timur terdapat 18 kabupaten, kota, dan provinsi yang akan dipimpin penjabat.
Berikut doa-doa mohon pemimpin yang diajarkan Rasulullah SAW dan para ulama.
Yuks pantau jadwal Pileg, Pilpres, dan Pilkada. Ini Jadwal tahapan pemilu yang dikeluarkan KPU.
Masyarakat Jakarta dapat menjagokan salah satu dari 10 bakal calon gubernur yang telah melalui seleksi ketat PSI.
Berikut doa-doa untuk memperoleh pemimpin yang baik dalam rangka menyambut pemilihan umum.
Sejumlah nama yang sudah masuk bursa calon Wali Kota Bandung ialah Atalia Praratya, M Farhan, Erwin, Siti Muntamah dan Budi Dalton
Kejagung menggeledah 16 lokasi terkait dugaan korupsi ekspor CPO, menyita dokumen, alat elektronik, dan mobil mewah. 11 tersangka ditahan 20 hari.
PENDIDIKAN bermutu tidak pernah lahir dari ruang hampa. Ia tumbuh dari tangan-tangan guru yang bekerja dengan dedikasi, ketenangan batin, dan rasa aman dalam menjalani profesinya.
Menteri PANRB Rini Widyantini menyatakan Ibu Kota Nusantara (IKN) bukan sekadar pemindahan pusat pemerintahan,
Kejaksaan Agung menetapkan 11 tersangka baru dalam kasus dugaan korupsi ekspor CPO dan produk turunannya dengan estimasi kerugian negara mencapai Rp14 triliun.
Kementerian Pertahanan menjadwalkan pelatihan Komponen Cadangan (Komcad) bagi 4.000 ASN pada April 2026.
Upaya menjaga keberlanjutan hutan dan mangrove Indonesia tidak hanya bergantung pada kebijakan dan anggaran, tetapi juga pada kualitas kepemimpinan aparatur negara.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved