Selasa 18 Agustus 2020, 05:30 WIB

Obat Covid-19 Karya BIN-Unair Tinggal Tunggu Izin Edar

Obat Covid-19 Karya BIN-Unair Tinggal Tunggu Izin Edar

DOK UNAIR
(Dari Kiri): Sukamta (anggota Komisi I DPR RI), Prof DR Mohammad Nasih (Rektor Universitas Airlangga), Meutya Hafid (ketua Komisi I DPR RI)

 

KASUS positif covid-19 di Indonesia sudah lebih dari 130 ribu per Minggu (16/8). Sejak akhir Februari, pandemi covid-19 di Tanah Air bahkan telah mengakibatkan 6.000 orang meninggal dunia. Bahkan di dunia, jumlah kasus positif telah menembus angka 21 juta, dengan jumlah kematian mencapai 762 ribu orang.

Angka kematian akibat covid-19 di Indonesia cukup tinggi, bahkan melebihi rata-rata dari negara lain di dunia dalam persentasenya. Negara-negara di dunia, termasuk Indonesia, berlomba-lomba mencari dan menguji untuk menemukan obat antibodi virus korona baru ini.

Badan Intelijen Negara (BIN) seba-gai garda keamanan paling depan di Tanah Air pun bergerak untuk mem-bantu upaya pemerintah khususnya dalam pencegahan dan penyebaran covid-19. Sebagaimana arahan dari Kepala BIN Jenderal Pol (Purn) Budi Gunawan, lembaga ini kemudian membentuk intelijen medis.

Sejak virus ini dinyatakan menjangkiti Indonesia awal Maret, BIN melakukan tes cepat, berupa rapid test serta swab test di seluruh daerah Indonesia, di antaranya Jabodetabek, Bandung, dan Surabaya. BIN juga melakukan tracing serta treatment agar pasien positif covid-19 bisa kembali pulih.

Langkah selanjutnya ialah menginisiasi pembuatan obat covid-19 dengan menggandeng Universitas Airlangga (Unair) Surabaya sebagai peneliti. Dari penelitian yang dilakukan Unair dan diinisiasi BIN bekerja sama dengan TNI-AD itu akhirnya membuahkan hasil positif dengan telah lolosnya uji klinis tahap 3.

Hasil itu kemudian diserahkan Unair kepada TNI-AD dan BIN untuk dianjutkan kepada Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) agar dapat diproses izin edarnya.

“Obat ini tinggal menunggu izin edar dari BPOM,” kata Kepala Staf TNI-AD Jenderal Andika Perkasa usai penyerahan uji klinis tahap ketiga obat penawar covid-19 oleh Unair) di Mabes TNI-AD Jakarta, Minggu (16/8).

“Pada Rabu saya menghadap Kepala BPOM dalam rangka secara resmi mohon dukungan untuk percepatan izin,” lanjut Andika.

Penyerahan yang dilakukan di Mabes TNI-AD itu dihadiri Sestama BIN Komjen Pol Bambang Sunarwibowo. Ia mewakili BIN menerima secara simbolis hasil uji klinis anti covid-19 dari Rektor Unair Mohammad Nasih.

“Kondisi pandemi covid-19 mengejutkan dunia termasuk Indonesia ini. Sementara kita belum ada vaksin maupun obat untuk penyembuhan pasien ini. Oleh karena itu, sesuai arah an dari Kepala BIN, kami diarahkan untuk mencari atau memperce-pat penemuan vaksin dan obat ini,” ujar Bambang.

Menurut dia, pihaknya akan terus melakukan tes sebagai upaya pencegahan, selain melakukan pengobatan kepada pasien guna mempercepat penyembuhan.

Bambang menyampaikan, proses uji klinis obat anti covid-19 pertama dimulai pada akhir Mei. Selanjutnya, tahap kedua dilakukan pada akhir Juni dan tahap ketiga atau terakhir pada 3 Agustus.

Seluruh tahapan tersebut telah melibatkan instansi dan lembaga terkait mulai dari BPOM, Komite Obat RS Unair, dan Balitbangkes Kementerian Kesehatan.

“Jadi proses ini sebenarnya sudah kami deteksi sejak Desember (2019), kemudian Januari mulai sejak ramai di Wuhan. Kemudian kami bekerja sama dengan Unair,” katanya. (S2-25)

Baca Juga

Ist/DPR

DPR: Survei dan Hitung Cepat saat Pemilu Perlu Ditertibkan

👤mediaindonesia.comm 🕔Senin 03 Oktober 2022, 14:28 WIB
Jajak pendapat memang merupakan sebuah keniscayaan, namun sayangnya terkesan survei ini menjadi persoalan di tengah-tengah kehidupan...
BPMI Setpres

Tingkat Kepuasan Jokowi Naik, Pengamat: Kebijakan BLT BBM Diapresiasi Masyarakat

👤mediaindonesia.com 🕔Senin 03 Oktober 2022, 14:27 WIB
Pemberian BLT BBM sebagai kebijakan yang diambil pemerintah pascapenyesuaian harga BBM ternyata cukup diapresiasi oleh...
 MI/RAMDANI

Janji Anies, Lanjutkan Kepemimpinan Jokowi dan Beri Perubahan

👤Anggi Tondi Martaon 🕔Senin 03 Oktober 2022, 14:20 WIB
Anies menyampaikan keberlanjutan merupakan sebuah keniscayaan dalam roda pemerintahan. Harus ada keberlangsungan pembangunan antar...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya