Headline
Kemantapan jalan nasional sudah mencapai 93,5%
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH memproyeksikan defisit anggaran pada APBN 2020 menjadi 6,34% atau Rp1.039,2 triliun dari produk domestik bruto (PDB). Hal itu dilakukan untuk mendukung pemulihan ekonomi nasional (PEN) dengan menambah biaya Rp695,2 triliun.
Untuk memenuhi hal itu penerbitan obligasi dan pencarian utang menjadi solusi. Kementerian Keuangan dilaporkan tengah memenuhi kebutuhan tersebut di sisa tahun anggaran atau pada semester II 2020.
Dirjen Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kemenkeu, Luky Alfirman, mengatakan pemerintah telah menggelontorkan dana Rp630 triliun pada semester I 2020. “Jadi, sisanya kita harus mengumpulkan kurang lebih Rp900,4 triliun untuk memenuhi anggaran 2020 ini,” ungkap Lucky dalam video conference, kemarin.
Salah satu opsi pemenuhannya ialah melalui private placement lelang SBN dari Bank Indonesia (BI) sebesar Rp397,56 triliun. Pemerintah juga masih akan menerbitkan SBN ritel dengan target kurang lebih mencapai Rp35 triliuan-Rp40 triliun per dua minggu.
Selain itu, penerbitan samurai bond sebesar Rp13,5 triliun atau 100 miliar yen serta pencarian pinjaman dari luar negeri akan dilakukan.
Saat menanggapi hal itu, Direktur CoRE Indonesia, Mohammad Faisal, mengatakan pembelian obligasi melalu private placement oleh BI dalam skema burden sharing atau berbagi beban harus diutamakan pemerintah untuk memenuhi penyerapan obligasi pada semester II 2020.
Pasalnya, saat ini pemerintah menargetkan dari penyerapan obligasi Rp453 triliun untuk menutupi pembiayaan APBN yang diperkirakan mencapai Rp900,4 triliun.
“Di sinilah pentingnya burden sharing yang selama ini ditekankan Presiden Jokowi,” papar Faisal, kemarin.
Sementara itu, Kepala Ekonom Permatabank, Josua Pardede, menilai penambahan realisasi target penyerapan obligasi hanya dapat tercapai
apabila investor asing mulai kembali membeli obligasi Indonesia. (Des/X-6)
Kemenkeu mencatat penerimaan bea cukai Rp44,9 triliun hingga Februari 2026, terkontraksi 14,7% dibanding tahun lalu. Ini penyebabnya.
EKONOM PT Bank Danamon Indonesia Tbk Hosianna Evalita Situmorang memberikan catatan terkait kinerja anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) per Februari 2026.
MENTERI Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan rata-rata harga minyak mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP) masih di bawah asumsi yang ditetapkan APBN 2026.
MENTERI Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan anggaran negara untuk memenuhi kebutuhan BBM subsidi masih mencukupi.
Ia menyebutkan, hal itu pasti akan mengakibatkan kenaikan harga barang dan jasa serta nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing.
Jika harga minyak menembus angka 120 dolar AS per barel, defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 diperkirakan bisa melebar hingga 3,6%.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved