Rabu 22 Juli 2020, 16:55 WIB

Survei: Elektabilitas Prabowo Anjlok, Anies Baswedan juga Melorot

Survei: Elektabilitas Prabowo Anjlok, Anies Baswedan juga Melorot

ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/POOL
Menteri Pertahanan Prabowo Subianto (kanan) berbincang dengan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan

 

HASIL survei yang dilakukan Y-Publica menunjukkan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto masih memimpin elektabilitas calon presiden, sementara Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyusul di belakangnya.

"Prabowo masih menjadi capres terkuat dengan elektabilitas 17,3 persen, diikuti Ganjar 15,2 persen dan Kang Emil 12,1 persen," kata Direktur Eksekutif Y-Publica Rudi Hartono dalam siaran persnya, di Jakarta, hari ini.

Elektabilitas Prabowo memang merosot tajam dari sebelumnya mencapai 23,7 persen pada survei bulan Maret 2020 lalu, tetapi masih tetap unggul. Ganjar dan Kang Emil melesat dari sebelumnya posisi keempat dan kelima kini berada di tiga besar.

Baik Ganjar maupun Kang Emil sama-sama melejit elektabilitasnya dari semula 8,0 persen dan 4,9 persen, atau mencapai kisaran dua kali lipat. "Kenaikan signifikan elektabilitas kedua kepala daerah tersebut berkorelasi erat dengan kebijakan selama pandemi COVID-19," jelas Rudi.

Baca juga: Kasus Positif Covid-19 Jakarta Catat Rekor, Anies: Kita Bersyukur

Hal tersebut bisa dilihat pula dari kenaikan elektabilitas Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa yang sebelumnya di bawah 1 persen kini mencapai 3,7 persen.

Menurut Rudi, sebagai gubernur dari provinsi-provinsi terpadat di Pulau Jawa ketiganya memegang posisi yang sangat strategis. Sementara itu elektabilitas Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan anjlok dari 14,7 persen menjadi 9,7 persen, disusul Sandiaga Uno yang juga turun dari 10,3 persen menjadi 8,5 persen.

"Pamor Anies dan Sandi yang bersinar sejak Pilkada DKI 2017 dan Pilpres 2019 kini makin redup," kata Rudi.

Di bawahnya terdapat Tri Rismaharini yang cenderung stabil (3,6 persen turun menjadi 3,4 persen), Erick Thohir (4,1 persen turun menjadi 2,9 persen), Agus Harimurti Yudhoyono (1,6 persen menjadi naik 2,6 persen), Mahfud MD (2,9 persen turun 1,3 persen), dan Puan Maharani (1,1 persen naik menjadi 1,2 persen).

Nama baru yang muncul adalah mantan menteri kelautan Susi Pudjiastuti (1,1 persen) dan menko perekonomian Airlangga Hartarto (1,0 persen). Nama-nama lainnya tetap di bawah 1 persen, dan sisanya menyatakan tidak tahu/tidak menjawab (17,6 persen/16,7 persen).

Survei Y-Publica dilakukan pada 1-10 Juli 2020 terhadap 1200 orang mewakili seluruh provinsi di Indonesia. Survei dilakukan melalui sambungan telepon kepada responden yang dipilih acak dari survei sebelumnya sejak 2018. Margin of error 2,89 persen, tingkat kepercayaan 95 persen.(OL-4)

Baca Juga

 ANTARA/Rivan Awal Lingga

Jadikan Putusan DKPP Berhentikan Ketua KPU sebagai Bahan Evaluasi

👤Cahya Mulyana 🕔Sabtu 16 Januari 2021, 15:20 WIB
Putusan DKPP harus dihormati dan menjadi bahan evaluasi besar-besaran penyelenggara...
MI/Moh Irfan

Komisi Kejaksaan akan Lanjuti Laporan ICW soal Penyidik Pinangki

👤Tri Subarkah 🕔Sabtu 16 Januari 2021, 10:37 WIB
Komisi Kejaksaan masih menunggu putusan pengadilan berkaitan dengan esensi pelaporan ICW terkait dugaan pelanggaran kode etik yang...
MI/MOHAMAD IRFAN

Berikut Tahanpan Uji Kelayakan dan Kepatutan Calon Kapolri

👤Cindy Aang 🕔Sabtu 16 Januari 2021, 05:40 WIB
Arsul Sani mengatakan rangkaian tahapan fit and proper test calon tunggal Kapolri, Komjen Listyo Sigit Prabowo telah digelar sejak Kamis,...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya