Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
KINERJA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di bawah kepemimpinan baru beserta undang-undang hasil revisi dinilai negatif. Itu tecermin dari Survei Paramadina Public Policy Institute (PPPI), dengan 95% responden menilai kinerja KPK dalam enam bulan terakhir jauh dari ekspektasi publik.
"Mayoritas menilai revisi UU dan pergantian kepemimpinan berdampak negatif terhadap kinerja KPK. Bahkan, persepsi dampak positif terhadap KPK tersapu total. Jadi, 95% responden menilai kinerja KPK saat ini negatif, sedangkan 5% menilai tidak ada perubahan," ungkap Managing Director PPPI, Ahmad Khoirul Umam, dalam peluncuran survei secara virtual, Kamis (25/6).
Baca juga: Mahfud MD: KPK-Kejagung-Polri Jangan Gantung Kasus
Penilaian minus terhadap KPK di bawah kepemimpinan Firli Bahuri, disebabkan penurunan kinerja di sejumlah aspek. Mayoritas responden, yakni sebanyak 34%, menilai adanya penurunan jumlah penindakan KPK.
Selanjutnya, 32% menganggap kinerja penyidikan dan penyelidikan semakin susah lantaran munculnya UU KPK yang baru. Dalam hal ini, juga terkait keberadaan Dewan Pengawas KPK. Lalu, sebanyak 22% menilai keengganan KPK menyentuh kasus besar di lingkaran kekuasan.
Lebih lanjut, Ahmad mengatakan kepemimpinan baru KPK tidak memunculkan gebrakan untuk menjawab keraguan publik terkait dengan revisi UU. "Ada harapan yang sangat besar kepada KPK dari kalangan masyarakat sipil. Ekspektasi yang harusnya tinggi menjadi rendah dan memunculkan gelombang kekecewaan di kalangan masyarakat,” pungkasnya.
Baca juga: Kartu Prakerja Banyak Masalah, KPK: Tunda Penerimaan Peserta
Survei yang digelar PPPI berlangsung 7-18 Juni 2020, dengan metode purposive non-probabilistic. Responden survei merupakan kalangan pegiat antikorupsi, akademisi, peneliti, pakar kebijakan publik, tokoh organisasi sosial dan keagamaan, serta jurnalis. Total responden sebanyak 60 orang.
Segmen responden dipilih karena memiliki kapasitas pemahaman memadai tentang dinamika politik anti-korupsi di Indonesia. Berikut, peran KPK dalam isu sentral pemberantasan dan pencegahan korupsi. Adapun pengambilan data dilakukan secara daring melalui kuesioner.(OL-11)
Data survei juga mengungkap fakta menarik bahwa penolakan ini tidak terkonsentrasi pada satu kelompok demografi atau politik tertentu
Peneliti Core Indonesia, Eliza Mardian, menyarankan agar pemerintah menetapkan Harga Eceran Tertinggi (HET) demi melindungi konsumen akhir.
Data Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) per Juli 2025 menunjukkan bahwa pertumbuhan tabungan masyarakat dengan nominal di bawah Rp100 juta hanya mencapai 4,76% (yoy).
Hasil survei nasional ungkap tantangan dan rumuskan arah kebijakan baru.
Usaha keluarga merupakan fondasi ekonomi Asia, dengan 85% perusahaan di kawasan Asia Pasifik dimiliki oleh keluarga, bersama UKM yang mencakup 97% bisnis di kawasan.
Berdasarkan survei, mayoritas masyarakat puas dengan kinerja Polri dan berharap dapat menjadi simbol supremasi sipil.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved