Headline
DPR minta agar dana tanggap darurat bencana tidak dihambat birokrasi berbelit.
DPR minta agar dana tanggap darurat bencana tidak dihambat birokrasi berbelit.
Kumpulan Berita DPR RI
KOMISI I DPR RI mendukung usulan tambahan anggaran Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) pada RAPBN TA 2021 sebesar Rp 77 miliar.
Usulan itu akan dibahas lebih lanjut setelah pembacaan nota keuangan pada Agustus 2020 mendatang. Demikian menjadi salah satu kesimpulan Rapat Dengar Pendapat Komisi I DPR RI dengan Lemhannas dan Dewan Ketahanan Nasional (Wantannas) di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (23/6).
"Komisi I mendukung dan berharap peran serta Lemhanas dan Wantannas sesuai tupoksinya, terutama terhadap dinamika baru yang terjadi. termasuk new normal di segala bidang, segala sendi dalam bernegara dan berbangsa tentu masukan Lemhannas dan Wantannas ini sangat penting untuk bangsa ke depan," ungkap Wakil Ketua Komisi I DPR RI Teuku Riefky Harsya.
Politikus Partai Demokrat itu menuturkan, pembahasan anggaran tahun 2021 ini merupakan pembahasan pendahuluan, yang selanjutnya akan dibahas lebih lanjut setelah pembacaan nota keuangan pada Agustus 2020 mendatang, dan kemudian akan didalami dan disahkan menjadi pagu alokasi anggaran pada Bulan Oktober.
Menurut Teuku, pagu indikatif RAPBN TA 2021 Lemhannas sebesar Rp 182,4 miliar dan pagu indikatif Wantannas Rp 50,4 miliar akan difokuskan pada program-program yang telah disusun dan menyesuaikan dengan tatanan kehidupan normal kebaharuan.
Diketahui, tema kebijakan fiskal 2021 adalah "Percepatan Pemulihan Ekonomi dan Penguatan Reformasi", tema ini selaras dengan RKP Tahun 2021 yaitu "Mempercepat Pemulihan Ekonomi dan Reformasi Sosial”.
Dalam rapat tersebut, Komisi I DPR RI juga mendalami kajian yang telah dilakukan terhadap masalah dan dampak pandemi Covid-19 yang telah memunculkan tatanan kehidupan kebaharuan di masyarakat yang akan berevolusi kegiatan ekonomi, utamanya munculnya budaya baru pada berbagai sendi kehidupan bermasyarakat. Tentu, kajian yang diperlukan tidak sebatas saat ini, tetapi juga kelak bilamana pandemi Covid-19 berlalu.
"Komisi I DPR RI mendorong Lemhannas agar terus melakukan kajian di bidang ideologi, politik, ekonomi, sumber daya alam, sosial budaya dan pertahanan keamanan, khususnya tatanan kehidupan baru di era pasca pandemi Covid-19 yang rekomendasinya menjadi rujukan kebijakan Pemerintah dalam menyiapkan kepemimpinan nasional bagi calon pimpinan bangsa yang lebih siap dalam menghadapi berbagai tantangan," papar Teuku. (OL-09)
Realisasi belanja negara hingga akhir November 2025 masih berada di bawah target yang ditetapkan.
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa memastikan ketersediaan dana untuk penanganan bencana setelah melakukan penyisiran anggaran negara yang mencapai Rp60 triliun.
Pakar UGM Zaenur Rohman mengatakan, pemerintah mesti lebih dulu memastikan kelayakan proyek kereta cepat Jakarta-Surabaya sebelum akhirnya dieksekusi.
Sebelumnya pada Senin, Presiden Donald Trump mengatakan kegagalan pemungutan suara lainnya dapat memicu PHK di kalangan pegawai federal.
mendesak agar Dewan Perwakilan Daerah (DPD) dibubarkan karena dianggap tidak memiliki fungsi yang jelas dan manfaat yang dirasakan masyarakat
Anggota DPR RI Rio Alexander Jeremia Dondokambey, mengingatkan pemerintah agar setiap anggaran negara dikelola secara transparan, akuntabel, dan melalui pembahasan bersama DPR.
Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin menekankan pentingnya peran satuan-satuan tempur sebagai fondasi utama kekuatan pertahanan nasional.
KSAD Jenderal Maruli Simanjuntak menyebut Presiden Prabowo menekankan evaluasi berkelanjutan dan peningkatan kinerja TNI-Polri demi rakyat.
CO-Founder Institute for Security and Strategic Studies (ISESS), Khairul Fahmi, mengatakan, kemandirian industri pertahanan merupakan salah satu pilar kedaulatan negara.
Pemerintah Inggris dikritik lantaran bergerak dalam kecepatan lambat terkait pertahanan domestik,
EDGE, perusahaan di bidang pertahanan asal Uni Emirat Arab, secara resmi menandatangani kerja sama strategis dengan Republikorp.
KOLABORASI lintas sektor kesehatan dan pertahanan menjadi sorotan dalam pembukaan The 2nd International Military Medicine Symposium & Workshop (Imedic 2025) yang digelar di Jakarta.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved