Selasa 16 Juni 2020, 08:49 WIB

Hakim Bisa Beri Hukuman Lebih Berat untuk Penyerang Novel

Candra Yuri Nuralam | Politik dan Hukum
Hakim Bisa Beri Hukuman Lebih Berat untuk Penyerang Novel

ANTARA FOTO/Nova Wahyudi
Suasana sidang tuntutan kasus penyiraman air keras terhadap penyidik KPK Novel Baswedan dengan terdakwa Ronny Bugis & Rahmat Kadir Mahulette

 

PAKAR hukum pidana Abdul Fickar Hadjar mengatakan tuntutan satu tahun penjara yang diberikan jaksa penuntut umum (JPU) untuk terdakwa kasus penyiraman air keras pada penyidik senior KPK Novel Baswedan, Ronny Bugis dan Rahmat Kadir Mahulette, bisa dipatahkan oleh hakim. Hakim bisa memberi hukuman lebih berat.

"Hakim memutuskan sebuah perkara merupakan kebebasan yang didasarkan pada keyakinannya berdasar fakta persidangan," kata Abdul Fickar Hadjar, Selasa (16/6).

Fickar mengatakan, secara yuridis, hakim mempunyai kebebasan memutuskan nasib terdakwa. Hal itu sudah diatur dalam Pasal 183 Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP).

Di pasal itu menyebut "hakim tidak boleh menjatuhkan pidana kepada seorang kecuali apabila dengan sekurang-kurangnya dua alat bukti yang sah, ia memperoleh keyakinan bahwa suatu tindak pidana benar-benar terjadi dan bahwa terdakwalah yang bersalah melakukannya."

Baca juga: Sidang Pledoi akan Dihadiri Dua Penyerang Novel Baswedan

Namun, lanjut Fickar, hukuman yang diputus hakim tak bisa semena-mena. Hakim hanya bisa menambahkan hukuman sampai hukuman maksimal. Tak ada yang bisa intervensi hakim dalam memutus.

"Karena hakim memutus juga atas dasar ketuhanan yang maha Esa, maka titik terberat tanggung jawabnya adalah kepada tuhan selain kepada sesama manusia," ujar Fickar.

Lamanya hukuman penjara yang diputus hakim tak melulu di bawah tuntutan jaksa. Jaksa bukan penentu hukuman terdakwa.

"Besarnya putusan didasarkan pada ancaman maksimal ketentuan pasal yang dilanggar, bukan pada tuntutan jaksa," tutur Fickar.(OL-5)

Baca Juga

MI/ Duta

Tersangka Ajukan Protes Karena Belum Terima Hasil Gelar Perkara

👤Mediaindonesia.com 🕔Sabtu 28 Mei 2022, 21:10 WIB
Surat protes itu dilayangkan dengan tembusan surat ke Jaksa Agung, Irwasum, Kompolnas dan Komisi III...
MI/Duta

Kejaksaan Periksa Dubes hingga Polisi Terkait Mafia Tanah Pertamina

👤Mediaindonesia 🕔Sabtu 28 Mei 2022, 20:36 WIB
Kejati DKI Jakarta memeriksa beberapa saksi mulai dari duta besar hingga anggota kepolisian sebagai saksi dalam kasus mafia tanah atas...
Ist

Tangani Pembalakan Liar di Kalteng, Kombes Pol Kurniadi Raih Presisi Award

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 28 Mei 2022, 18:45 WIB
Kombes Pol Kurniadi dan timnya mendapatkan penghargaan tersebut karena berhasil menangani perkara pembalakan liar atau illegal logging di...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya