Headline
Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.
Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.
Kumpulan Berita DPR RI
BAKU tembak antara Satuan Tugas (Satgas) Operasi Tinombala dengan kelompok sipil bersenjata Mujahidin Indonesia Timur (MIT) Kembali terjadi di Poso, Sulawesi Tengah, kemarin.
Dalam peristiwa ini, satu anggota MIT dan satu anggota Satgas terluka dan telah menjalani perawatan intensif di rumah sakit.
Kapolda Sulteng Irjen Pol Syafril Nursal mengatakan, baku tembak terjadi sekitar pukul 17.15 WITA, di lokasi bak air PDAM Desa Kawende, Kecamatan Poso Pesisir Utara.
Menurutnya, sebelum terjadi baku tembak Satgas yang tergabung dalam Tim A9 tengah melakukan patroli rutin.
Di saat mereka berjalan dari arah pegunungan Satgas kemudian melihat kelompok orang yang tidak dikenal berjarak sekitar 100 meter dari lokasi pipa air PDAM Desa Kawende.
Setelah diamati terlihat kalau salah satu dari orang itu adalah DPO MIT atas nama Khairul alias Irul alias Aslam yang menggunakan pakaian loreng Brimob.
"Saat melihat itu komandan Tim Alfa 9 Satgas Tinombala langsung melepaskan tembakan sehingga terjadi baku tembak," terang Kapolda di Palu, Senin (8/6).
Menurut Kapolda, saat baku tembak itu salah satu anggota MIT yakni Khairul diduga terkena tembakan.
"Diperkirakan Khairul terkena tembakan. Namun karena cuaca hujan dan gelap Satgas menunda melakukan penyiaran," ungkapnya.
Selain menduga salah satu anggota MIT terkena tembakan, lanjut Kapolda, salah satu anggota Satgas juga terkena tembakan.
Satgas itu adalah komandan Tim Alfa 9 Ipda Masda. Korban terkena tembakan di bagian bahu kanan atas.
"Sekarang komandan tim menerima perawatan medis di rumah sakit setelah sebelumnya dievakuasi di pos sekat Desa Kawende," jelas Kapolda.
Baca juga :Di Brebes, Harga Bawang Merah Mahal Sementara Cabai Murah
Pasca baku tembak, tepatnya Senin (8/6), Satgas telah melakukan olah tempat kejadian perkara seraya melanjutkan penyisiran.
"Penyisiran dilakukan karena diduga kelompok itu belum jauh dari TKP. Cuman karena hafal dengan medan makanya cepat menghilang. Kemungkinan mereka bersembunyi di sekitar TKP," imbuh Kapolda.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Sulteng Kombes Pol Didik Supranoto menyebutkan, jumlah DPO MIT yang tersisa saat ini tinggal 13 orang.
Mereka adalah, Wahid alias Aan alias Bojes, Rukli, Suhardin alias Hasan Pranata, dan Aziz Arifin alias Aziz. Qatar alias Farel alias Anas, Askar alias Jaid alias Pak Guru, Galu alias Nae alias Mukhlas, dan Abu Alim alias Ambo.
Selain itu, Moh Faisal alias Namnung, Alvin alias Adam alias Mus'Ab, Jaka Ramadhan alias Ikrima alias Rama, Hairul alias Irul, serta Ali Kalora alias Ahmad Ali.
Polda mengimbau, kepada semua DPO yang masih ada di hutan dan pegunungan untuk segera turun menyerahkan diri, sehingga operasi bisa diselesaikan dengan baik.
"Sesuai dengan perintah kapolda, operasi terus berlanjut. Jika mereka tidak menyerah, operasi akan terus dijalankan sampai semuanya tertangkap hidup dan mati," tutup Didik. (OL-2)
Frenchie Mae Cumpio divonis bersalah mendanai terorisme di Filipina. Kelompok pers menyebut kasus ini rekayasa untuk membungkam jurnalisme komunitas.
Mandat tersebut juga ditegaskan kembali dalam Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2025 tentang TNI.
Al Araf menilai draft Peraturan Presiden tentang Tugas TNI dalam Mengatasi Terorisme yang saat ini beredar mengandung persoalan inkonstitusional
Dengan posisi yang masih berupa draf, pembahasan mendalam belum dapat dilakukan, apalagi untuk menentukan sikap politik lembaga legislatif.
Aturan tersebut wajib memiliki batasan yang jelas agar tidak mencederai hak asasi manusia (HAM).
Ancaman terorisme saat ini semakin kompleks, terutama dengan adanya situasi ketidakpastian global yang rentan menjadi lahan subur ideologi kekerasan.
Korps Relawan Bencana di bawah Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI) menyelenggarakan rangkaian Psychosocial Support Program bagi anak-anak dan guru terdampak gempa bumi di Kabupaten Poso.
KEMENTERIAN Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menetapkan Kabupaten Poso sebagai kawasan Warisan Geologi (Geoheritage) melalui Keputusan Menteri ESDM Nomor 265.K/GL.01/MEM.G/2025.
Wakil residen RI Gibran Rakabuming Raka menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam penanganan korban gempa bumi yang melanda Kabupaten Poso.
Kegiatan ini melibatkan personel Pos Kamtibmas Tamanjeka, Tim Alfa 1, dan Tim Alfa 2. Mereka mengangkat reruntuhan, meja, dan kursi yang rusak akibat gempa.
Kementerian Sosial (Kemensos) memastikan kebutuhan dasar bagi para korban gempa bumi di Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, telah terpenuhi
SATGAS III Preventif Operasi Madago Raya Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tengah menggelar razia kendaraan di empat pos keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), Minggu (10/8).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved