Senin 08 Juni 2020, 13:21 WIB

Survei Prabowo Tergerus, Gerindra: Imbas Kekecewaan ke Pemerintah

Thomas Harming Suwarta | Politik dan Hukum
Survei Prabowo Tergerus, Gerindra: Imbas Kekecewaan ke Pemerintah

ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan
Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto

 

HASIL survei terbaru dari Indikator Politik yang menyebut elektabilitas Prabowo Subianto sebagai Capres mengalami penurunan. Partai Gerindra mengganggap wajar hasil survei tersebut karena banyak ekspektasi yang mungkin tidak bisa dilakukan oleh Prabowo pada situasi pandemi ini dalam posisi dia sebagai bagian dari pemerintahan.

Menurut Gerindra kekecewaan masyarakat pada pemerintah karena kurang maksimal mengatasi pandemi Covid-19 terimbas pada tergerusnya elektabilitas Prabowo.

"Pak Prabowo kan di pemerintahan, situsi pandemi begini pasti banyak ekspektasi yang belum bisa terpenuhi dan wajar kalau ada yang kecewa," kata Anggota DPR RI Fraksi Gerindra Habiburokhman kepada Media Indonesia di Jakarta, Senin (8/7).

Dikatakan Habiburakhman, dalam situasi pandemi Covid-19, beban rakyat makin berat sementara pemerintah juga punya keterbatasan untuk bertindak maksimal. "Termasuk di negara maju seperti Amerika saja banyak yang tidak puas dengan kinerja pemerintahnya atasi pandemi, itu sangat manusiawi," ungkapnya.

Namun dia menegaskan, saat ini pihaknya tidak mau ambil pusing dengan hasil survei Capres. "Bagus lah kalau tertinggi, tapi saat ini kami gak mau larut dengan hasil survey pilpres, kami fokus kerja maksimal layani rakyat saja," tukasnya.

Bagi dia hasil survei seperti itu merupakan dinamika. "Ada naik dan turun ya wajar saja. akan kami jadikan masukan memperbaiki kinerja," pungkasnya.

Diketahui dalam survei Indo Barometer, Elektabilitas Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (Emil) dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo melesat di tengah penanggulangan pandemi virus korona covid-19. Sebaliknya, elektabilitas Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, dan eks Wakil Gubernur DKI Sandiaga Uno menurun dibanding survei Februari 2020.

Survei nasional ini dilakukan pada 16-18 Mei 2020 terhadap 1.200 responden dari kumpulan sampel acak survei tatap muka langsung yang dilakukan Indikator Politik Indonesia pada rentang Maret 2018 hingga Maret 2020. Burhanuddin mengatakan temuan ini muncul ketika responden dihadapkan dengan pertanyaan tertutup terhadap 14 nama. (OL-4)

Baca Juga

Antara

ICW Minta Komjak Proses Laporan Jaksa Nakal Kasus Pinangki

👤Tri Subarkah 🕔Jumat 15 Januari 2021, 20:20 WIB
Sebelumnya, ICW telah melaporkan tiga orang jaksa penyidik dalam dugaan kasus gratifikasi pengurusan fatwa Mahkamah Agung (MA) Joko...
ANTARA

Wapres: Pulihkan Pariwista, Pemerintah Siapkan Basis Data Terpadu

👤Emir Chairullah 🕔Jumat 15 Januari 2021, 19:50 WIB
Data terpadu diperlukan untuk memberikan bantuan produktif kepada UMKM yang tidak menerima pinjaman dari lembaga keuangan...
MI/Susanto

Kejaksaan Terbitkan Sprindik Kasus Korupsi ASABRI

👤Tri Subarkah 🕔Jumat 15 Januari 2021, 18:23 WIB
Dalam keterangan resmi yang dikeluarkan Kejagung, sprindik tersebut ditandatangani oleh Direktur Penyidikan Febrie Adriansyah atas nama...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya