Headline
Kemantapan jalan nasional sudah mencapai 93,5%
Kumpulan Berita DPR RI
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati sudah dua kali mengubah Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2020 selama pandemi Covid-19 ini. APBN 2020 berubah jadi APBN-Perubahan 2020 berdasarkan Peraturan Presiden (Perpres). Kemudian APBN-P 2020 sempat diubah lagi strukturnya dalam satu minggu. Ini semua lantaran lemahnya data, sehingga perencanaan keuangan jadi bias.
“Saya lihat mengapa semua ini bisa terjadi, karena ada ketidakakuratan informasi dari beberapa kementerian tentang kondisi terkini dalam menghadapi pandemi corona ini. Laporan keuangan yang dirancang Menkeu akhirnya jadi bias,” kata Anggota Komisi XI DPR RI Achmad Hafisz Tohir saat dimintai komentarnya oleh Parlementaria soal APBN-P 2020, Rabu (27/5/2020) via Whatsapp.
Menurut politisi PAN itu, jika Menkeu mendapat laporan cukup detail dari semua kementerian tentu tidak perlu mengubah rancangan APBN secepat ini. Bahkan, dalam mengalokasikan dana bantuan social, konon data tahun 2014 lalu yang digunakan. Di sinilah kelemahan data itu dan membuat perencanaan sering kali meleset.
Dikatakan Wakil Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI ini, mungkin tidak semua kesalahan ditimpakan kepada Menkeu, karena ia hanya merangkum seluruh kegiatan dan rencana kerja setiap kementerian/lembaga dalam bentuk belanja negara. "Big data masih perlu terus diperbaiki, sehingga suatu saat nanti kita bisa dengan akurat membuat perencanaan berbasiskan data yang presisi dan uptodate," harapnya.
Menkeu, ditambahkan Hafisz, sebetulnya sudah bekerja dengan baik. Begitu juga Presiden Jokowi telah melaksanakan tugas-tugas kenegaraannya dengan baik. Namun, mereka tidak cukup didukung data dan informasi yang baik dan akurat dari tim kerjanya. "Selaku mitra kerja di Komisi XI, saya terus mendukung upaya-upaya Pemerintah dalam mengatasi krisis ekonomi yang melanda Indonesia akibat wabah Corona," tutur Hafisz.
Ia menyarankan Pemerintah memperbaiki data dan informasi, sehingga APBN-P 2020 dapat didesain tepat sasaran dan terarah sesuai target. Perencanaan pembangunan nasional merupakan titik awal yang harus dimulai dengan perbaikan data dan informasi yang akurat. Jerman, Hafisz mencontohkan, adalah negara yang cukup berhasil menghadapi Corona. Jerman mampu mendesain perencanaan pembangunan nasionalnya dengan cepat.
Legislator dapil Sumatera Selatan I itu juga melihat kerja sama antara Kemenkeu dengan BI dan OJK cukup baik. "Saya menduga terjadi ketidakharmonisan informasi dan data yang kurang akurat. Kemudian data ini masuk ke Bappenas dibuat sebagai rencana pembangunan nasional. Di sinilah Menkeu mengartikulasikan laporan yang kurang akurat itu dalam bentuk Penerimaan dan Belanja Negara," urainya.
Jika sumber data tidak akurat, sambung Hafisz, maka hasilnya pun tidak akurat pula. “Wajar saja target-target ekonomi tidak tercapai dalam beberapa tahun terakhir ini. Saran saya, sebelum merilis APBN, sebaiknya dilakukan analisa dan sintesa dahulu ke publik layaknya uji kelayakan. Uji kelayakan ini sepatutnya dilakukan secara intens dan detail pada komisi-komisi terkait di DPR. Hasil sintesa pun dapat dipastikan akan mendekati sasaran dan target yang diinginkan pemerintah," tutup Hafisz. (RO/OL-10)
Pada tahun anggaran 2026, IPDN akan mendapatkan penambahan alokasi dana dari APBN melalui bantuan Presiden RI.
Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Abidin Fikri, menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada penjelasan resmi dari Kerajaan Arab Saudi mengenai dugaan penundaan pelaksanaan ibadah haji.
Anggota Komisi VI DPR RI Nevi Zuairina mengingatkan pentingnya menjaga stabilitas distribusi dan kepercayaan publik terkait ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) nasional.
Anggota Komisi IX DPR RI Vita Ervina desak pemerintah gerak cepat cari 3 ABK WNI yang hilang di Selat Hormuz usai ledakan Musaffah 2 di tengah konflik Iran-Israel.
Kepanikan masyarakat tidak muncul begitu saja, melainkan dipicu oleh ketidakseimbangan informasi dan hilangnya kepercayaan publik terhadap jaminan pasokan negara.
Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian mengatakan Permenkomdigi 9/2026 merupakan langkah yang konkret Perlindungan anak di ruang digital.
Dengan kehadiran Job Fair & Internship Expo, sama-sama memberi benefit untuk kampus dan industri.
Selain itu, terdiri atas 3 titik parkir, Privilege Parking Spot merupakan area parkir dedicated yang disediakan khusus untuk semua jenis kendaraan elektrifikasi Toyota dan Lexus.
Menaker Ida menegaskan bahwa gedung WDC sebagai bentuk jawaban Pemerintah (BBPVP Bandung) terhadap kebutuhan anak-anak muda di Bandung dan sekitarnya.
Masakan yang dikurasi secara ahli oleh Chef Daniel Chaney, menjanjikan simfoni rasa yang akan membuat lidah Anda terpuaskan.
Bali Safari & Marine Park, salah satu taman safari terbesar di Indonesia, secara rutin mengadakan acara yang dikenal sebagai ‘Hari Harimau’ untuk menghormati dan menyelamatkan harimau.
Program Beasiswa The Future Leader (TFL) menawarkan beasiswa penuh untuk Magister Manajemen di PPM School of Management, yang memiliki dedikasi tinggi dalam pengembangan ilmu manajemen.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved