Headline
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
Kumpulan Berita DPR RI
KETUA Umum Palang Merah Indonesia (PMI) Jusuf Kalla meluruskan pernyataan Presiden Joko Widodo agar masyarakat berdamai dengan virus korona atau covid-19.
Pasalnya, perdamaian terjadi apabila kedua belah pihak sepakat untuk menghentikan perang. "Berdamai itu kalau dua-duanya ingin berdamai. Kalau kita hanya ingin damai, tapi virusnya enggak mau, bagaimana?" tanya Wapres ke-10 dan 12 itu dalam diskusi Universitas Indonesia Webinar "Segitiga Virus Corona", Selasa (19/5).
Bagi Kalla, ajakan berdamai sangat kontras dengan sifat virus corona yang ganas dan menyebabkan kematian. Selain itu, virus covid-19 juga tidak memilih maupun memilah korbannya. "Karena itu, istilah berdamai kurang tepat ketika terjadi pandemi Covid-19," tegasnya.
Baca juga: Presiden Tegaskan Dorong Umat Tingkatkan Ibadah
Menurut Kalla, ajakan berdamai lebih mengacu ke perilaku masyarakat untuk beradaptasi dengan situasi pandemi. Seperti disiplin menggunakan masker hingga rajin mencuci tangan. "Mungkin kebiasaan kita yang harus pakai masker terus, cuci tangan terus. Namun, bukan berarti kita berdamai karena risikonya mati," ujarnya.
Kalla juga tidak setuju apabila pemerintah menggunakan opsi herd immunity dalam menghadapi pandemi karena akan banyak korban bertumbangan. "Bisa saja ini dilakukan, cuma korbannya bakal banyak," ujarnya.
Baca juga: Jokowi Minta Masyarakat Berdamai dengan Covid-19
Ia mencontohkan praktik pemerintah herd immunity ketimbang karantina yang diterapkan Swedia. "Angka kematian di Swedia lima kali lipat dibanding negara di sekitarnya akibat mencoba konsep ini," ungkapnya.
Apalagi, tambah Kalla, lembaga internasional juga WHO tidak menganjurkan penerapan konsep herd immunity. "Apakah kita akan memilih itu, sebaiknya jangan," tandas Kalla.
Baca juga: Istana Sebut Berdamai dengan Covid-19 bukan Berarti Menyerah
Presiden Joko Widodo menyebut pemerintah berupaya keras agar puncak pandemi covid-19 segera menurun. Namun, ia meminta masyarakat berdamai dengan kondisi ini hingga covid-19 benar-benar pergi dari Indonesia.
"Beberapa ahli mengatakan ketika kasusnya sudah turun tidak berarti langsung landai atau langsung nol, melainkan masih bisa fluktuatif. Ada kemungkinan masih bisa naik lagi atau turun lagi, naik sedikit lagi, dan turun lagi dan seterusnya. Artinya, sampai ditemukannya vaksin yang efektif, kita harus hidup berdamai dengan covid-19 untuk beberapa waktu ke depan," kata Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, Jakarta, dalam video yang diunggah Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden, Kamis (7/5).(X-15)
MANTAN Wakil Presiden RI Jusuf Kalla alias JK menilai serangan Amerika Serikat - Israel terhadap Iran akan mengerek harga minyak dunia menjadi naik. Dampaknya terhadap Indonesia kenaikan BBM
Acara Buka Puasa Bersama di Kantor DPP NasDem di Jakarta dihadiri Surya Paloh, Puan Maharani, Sufmi Dasco, Jusuf Kalla, dan Anies Baswedan.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan dirinya tidak berniat masuk ke gorong-gorong saat mengikuti kerja bakti massal di Cipinang Melayu, Jakarta Timur, Minggu (8/2).
MANTAN Wakil Presiden Jusuf Kalla, Mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo hadir dalam pengukuhan guru besar,Prof. Zainal Arifin Mochtar dan pidatonya soal demokrasi
WAKIL Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla (JK) menceritakan perbedaan penanganan tsunami Aceh pada 2004 silam dengan banjir yang melanda Sumatra pada tahun ini.
Jusuf Kalla menegaskan bantuan asing ke Aceh diperbolehkan selama untuk kemanusiaan dan terkoordinasi. PMI fokus pada logistik dan kebutuhan dasar warga terdampak.
Memahami perbedaan mendasar antara Super Flu, Influenza, dan Covid-19 bukan hanya soal ketenangan pikiran, tetapi juga tentang ketepatan penanganan medis untuk mencegah komplikasi serius.
GURU Besar Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Surabaya, Dominicus Husada, menilai penularan virus Nipah tidak sebesar kasus covid-19 yang menjadi pandemi.
Secara sederhana, zoonosis adalah penyakit infeksi yang ditularkan dari hewan vertebrata ke manusia.
Ia menjelaskan, salah satu langkah pencegahan yang dilakukan adalah melakukan vaksinasi untuk kepada masyarakat.
Bencana banjir di Sumatra memicu kritik terhadap respons pemerintah. Sosok almarhum Achmad Yurianto kembali dikenang atas perannya sebagai juru bicara pemerintah saat pandemi Covid-19.
Termometer perlu disterilisasi untuk membunuh kuman dan bakteri jika digunakan pada banyak orang.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved