Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
ASOSIASI Perusahaan Media dan Asosiasi Profesi Media mendorong pemerintah menaikkan stimulus di luar stimulus ekonomi sebesar Rp405,1 triliun. Itu dianggap penting untuk membantu industri media, wartawan, dan seluruh pekerja media yang terdampak pandemi covid-19.
Anggota Komisi I DPR dari Partai NasDem Muhammad Farhan setuju atas usulan tersebut. Dengan begitu, keberpihakan dan kehadiran pengambil kebijakan pada media massa nasional dapat dirasakan secara nyata.
"Saya sangat setuju dengan permintaan tersebut. Karena itu bukanlah tuntutan kepada pemerintah, tetapi mengharapkan kehadiran dan keberpihakan pemerintah terhadap media nasional," kata Farhan saat dihubungi, Kamis (14/5).
"Perusahaan pers, selama ini berfungsi ganda. Pertama, dia merupakan unit usaha yang menyediakan lapangan pekerjaan dan kedua, media massa merupakan salah satu pilar demokrasi," sambungnya.
Baca juga: Industri Media Massa Ajukan 7 Hal ke Pemerintah Terkait Pandemi
Menurutnya, hal yang wajar bila pemerintah memenuhi harapan perusahaan pers. Sebab menjaga keberlangsungan hidup media massa nasional mulai dari media massa cetak, elektronik maupun digital ialah kewajiban.
Farhan mengaku selama ini kerap berdiskusi dengan Persatuan Radio Siaran Swasta Nasional Indonesia (PRSSNI) mengenai dampak pandemi dan keringanan yang dapat diberikan pemerintah.
Bahkan hal itu juga sejatinya telah terdengar hingga ke Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian. Namun tampaknya usaha industri media massa belum membuahkan hasil.
"Saya diberi info juga bahwa Kemenko Ekonomi sudah melakukan dialog dengan para pengusaha pers. Tetapi output-nya masih normatif sekali. Dalam artian kesimpulan di atas kertas tampak baik, tapi praktiknya jauh panggang dari api," jelas Farhan.
Fungsi media massa sebagai penyampai informasi dan pengawasan pemerintahan demi berlangsungnya demokrasi yang sehat perlu dilanggengkan. Di tengah pandemi covid-19 kehadiran pemerintah menjadi kunci untuk membantu industri pers.
"Artinya jika kita memang ingin menyelamatkan media nasional, maka keringanan pada perusahaan pers mutlak diterapkan," pungkas Farhan.(X-15)
Menkomdigi Meutya Hafid menegaskan pers harus menjaga kepercayaan publik di tengah disinformasi dan AI. Kolaborasi media, pemerintah, dan platform digital jadi kunci ruang informasi sehat.
Sepanjang 2025, isu kemerdekaan pers, profesionalisme jurnalistik, serta keberlanjutan ekonomi media menjadi tiga persoalan utama yang saling berkaitan.
Media massa bisa semakin berperan sebagai duta literasi keuangan untuk membantu meningkatkan literasi, inklusi, dan pelindungan konsumen secara langsung di masyarakat.
WALI Kota Bandung Muhammad Farhan menegaskan pihaknya membutuhkan media massa untuk mengoptimalkan penginformasian kepada publik.
Broadcast: Jangkau audiens masif! Pelajari definisi, strategi, dan cara efektif sebarkan informasi secara luas. Raih perhatian maksimal!
Di tengah arus informasi yang begitu deras, generasi muda harus memiliki kemampuan literasi media yang kuat agar dapat mencerna informasi dengan cerdas.
Menkomdigi Meutya Hafid menegaskan pers harus menjaga kepercayaan publik di tengah disinformasi dan AI. Kolaborasi media, pemerintah, dan platform digital jadi kunci ruang informasi sehat.
Laporan terbaru Indeks Keselamatan Jurnalis (IKJ) 2025 mengungkapkan penurunan skor menjadi 59,5%, turun sekitar 0,9 hingga 1 poin dibandingkan tahun sebelumnya.
PERS berperan penting dan merupakan mitra strategis Polri dalam mengawal dan mewujudkan rasa aman dan ketertiban masyarakat.
Sidang kali ini menghadirkan ahli media dan komunikasi, Lucas Luwarso yang memberikan keterangan krusial terkait batasan antara karya jurnalistik dan pelanggaran hukum.
PERS Indonesia dalam kondisi tidak baik-baik saja secara ekonomi. Kelangsungan hidup pers secara ekonomi terancam.
KETUA Dewan Pers Komaruddin Hidayat menegaskan peran pers sebagai cermin yang memantulkan realitas yang terjadi di pemerintah maupun masyarakat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved