Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
ANGGOTA Dewan Pengarah BPIP Buya Syafii Ma’arif mengakui pentingnya mencapai tujuan keadilan sosial dalam kehidupan Indonesia merdeka, terlebih hingga lebih dari 74 tahun Indonesia merdeka, belum bisa mewujudkan keadilan sosial tersebut.
Untuk menggambarkan keadilan sosial dalam perspektif ayat-ayat Makiyah, Buya Syafii Ma’arif merujuk penjelasannya pada tiga surat Alquran, yaitu Al-Balad (negeri), Al-Humazah (suka mengumpat), dan Al-Ma’un (orang-orang suka menolak memberikan pertolongan).
Menurut Buya Syaf i Ma’arif, ketiga surat tersebut memberi gambaran situasi masyarakat Qurays Mekah pada saat itu yang didominasi sekelompok oligarki penguasa ekonomi, tapi tidak punya kepedulian terhadap kaum yang lemah dan memberlakukan orang-orang miskin secara tidak manusiawi, seperti situasi dan kondisi yang masih terjadi hingga saat ini.
Padahal, seperti yang difirmankan Allah dalam QS Al-Balad “… Dan kami telah menunjukkan kepadanya dua jalan (kebaikan dan keja hatan), tetapi dia tidak menempuh jalan yang mendaki dan sukar? Dan tahukah kamu apakah jalan yang mendaki dan sukar itu? (yaitu) melepaskan perbudakan (hamba sahaya). ”
*Selanjutnya, Buya menjelaskan ayat QS Al-Humazah yang berbunyi “Celakalah bagi orang yang mencaci maki, yaitu orang-orang yang mengumpulkan harta dan menghitunghitungnya,” imbuh Buya dalam diskusi Ramadan daring dengan tema Sila ke-5 Pancasila perspektif ayat-ayat Makiyah.
Direktur Sosialisasi Komunikasi dan Jaringan, Aris Heru Utomo, menjelaskan keadilan sosial tidak terlepas dari fakta bahwa keadilan sosial merupakan hal penting dalam kehidupan bermasyarakat.
Dimoderatori Direktur Kajian Materi Mohammad Sabri, ada 84 orang peserta dari berbagai daerah di Indonesia dan seorang di antaranya dari New Delhi, India, ikut berdiskusi menggunakan aplikasi Zoom. (Che/P-1)
BPIP bekerja sama dengan Universitas Sebelas Maret (UNS) dan Perkumpulan Program Studi Pendidikan Sejarah Indonesia (P3SI) menyelenggarakan Seminar Nasional Sejarah Pancasila
DEWAN Pimpinan Pusat Gerakan Nasionalis (DPP GAN) menggelar audiensi dengan Wakil Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Rima Agristina, beserta jajaran.
BPIP meraih predikat Informatif dengan nilai 93,35 pada Monitoring dan Evaluasi Keterbukaan Informasi Publik Tahun 2025 oleh Komisi Informasi Pusat (KIP).
DEWAN Pakar BPIP Bidang Strategi Kebijakan Luar Negeri, Darmansjah Djumala, mengatakan bencana banjir Sumatra membangkitkan naluri kemanusiaan bangsa Indonesia.
Kepala BPIP Yudian Wahyudi menegaskan Pancasila harus menjadi roh kehidupan bangsa dan panduan dalam bertindak, berpikir, serta bersikap.
BPIP bukan sekadar simbol pembinaan ideologi, tetapi menjadi garda terdepan dalam menjaga nilai-nilai Pancasila.
Seluruh inisiatif lembaga sepanjang satu tahun terakhir telah diselaraskan dengan 17 Program Prioritas Nasional.
Sebanyak 3.500 penonton tumplek di empat titik penyelenggaraan Soundrenaline “Sana Sini di Makassar”
Orangtua perlu memiliki informasi yang cukup dan memadai ketika ingin membagikan edukasi pada anak untuk menyikapi atau merespons kondisi-kondisi sosial politik yang sedang terjadi.
Dompet Dhuafa akan menggelar Sarasehan Tokoh Bangsa bertema “Merajut Kebersamaan, Mewujudkan Merdeka dari Kemiskinan”.
MK menolak lima gugatan yang diajukan sejumlah pemohon berkaitan dengan pengujian formil dan materiil UU TNI
selama ini lebih dari 50% lembaga di Indonesia sudah memberikan layanan menggunakan UU TPKS.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved