Sabtu 02 Mei 2020, 06:15 WIB

16 Pelanggar Didenda Rp750 Ribu-Rp3 Juta

16 Pelanggar Didenda Rp750 Ribu-Rp3 Juta

Medcom.id/Zaenal Arifin
Ilustrasi penjagaan

 

PEMERINTAH daerah mulai menerapkan sanksi terhadap para pelanggar pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Salah satunya Pemerintah Kota Pekanbaru, Riau.

Sidang perdana kasus pelanggaran PSBB di Kota Pekanbaru pada Rabu (29/4) telah menghukum 16 pelanggar dengan kurungan penjara 1-2
bulan atau diganti denda mulai Rp750 ribu hingga Rp3 juta. Sidang bagi seluruh kasus pelanggaran PSBB di Kota Pekanbaru itu digelar secara daring dari kantor masingmasing.

“Sidang dipimpin Ketua Pengadilan Negeri Pekanbaru Setiono dan jaksa penuntut umum Himawan Putra dan Ike, serta diikuti para penyidik dan 16 terdakwa di Kantor Polresta Pekanbaru,” ujar Kepala Bidang Humas Polda Riau Komisaris Besar Sunarto, kemarin.

Dalam sidang yang digelar singkat itu, jaksa menuntut 16 terdakwa karena melanggar KUHP Pasal 216 dan Perwako Pekanbaru No 74 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan PSBB. Kasus 16 terdakwa itu terjadi di dua tempat perkara berbeda.

Terdakwa Rubahri Purba, misalnya, divonis 1 bulan penjara atau denda Rp750 ribu lantaran telah berulang kali mengabaikan imbauan petugas. Rubahri kedapatan masih tetap membuka warnet miliknya saat PSBB. Ke-15 terdakwa lain ditangkap karena membuat pesta keramaian di ruangan karaoke Jalan Soekarno-Hatta, Pekanbaru.

Terdakwa Farjison sebagai inisiator dihukum 2 bulan penjara atau denda Rp3 juta. Adapun 14 terdakwa lain, yaitu RPS, BA, FRY, YU, RJ, AS, FP, FE, TN, AR, TN, HF, RY, dan AT, dihukum masing-masing 1 bulan penjara atau denda Rp800 ribu.

Dalam sidang tersebut, ke-16 terdakwa mengakui semua kesalahan dan berjanji tak akan mengulanginya. Para terdakwa juga memilih untuk membayar denda agar terhindar dari hukuman kurungan penjara.

Merujuk pada Pasal 93 Undang- Undang No 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan, pelanggar PSBB dapat dipidana 1 tahun penjara dan/atau denda paling banyak Rp100 juta. (RK/X-7)

Baca Juga

Ist

Wasekjen Golkar : Pengamat Tidak Bisa Bedakan Acara Nikah dan Acara Partai

👤mediaindonesia.com 🕔Minggu 23 Januari 2022, 18:58 WIB
Sekelas Ray Rangkuti yang katanya pengamat politik, hanya karena Anies Baswedan diundang acara pernikahan anak pengurus Golkar lantas...
DOK Biro Pers/Setpres/Lukas.

Pemindahan Pusat Pemerintahan masih Dikaji

👤M Ilham Ramadhan Avisena 🕔Minggu 23 Januari 2022, 17:15 WIB
Pemindahan IKN juga tidak terlepas dari pemindahan ASN sebagai pegawai yang bekerja di instansi pemerintah...
Antara/Muhammad Adimaja.

ISESS: Arteria Dahlan tidak Berhak Punya Pelat Nomor Polisi

👤Yakub Pryatama Wijayaatmaja 🕔Minggu 23 Januari 2022, 16:25 WIB
Ia juga menilai Arteria sebagai anggota DPR tak layak melakukan pembohongan kepada publik terkait penggunaan pelat palsu untuk...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya