Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
DALAM menghadapi kondisi bencana akibat wabah covid-19 yang memorakporandakan banyak negara, Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) percaya bangsa Indonesia mampu menghadapi kondisi yang teramat berat tersebut.
“Kami percaya negara kita ini terbentuk dalam semangat kegotong-royongan,” kata Ketua Wantimpres Wiranto dalam konferensi pers di Jakarta, kemarin.
Dalam kesempatan itu, Wiranto didampingi delapan anggota Wantimpres, yakni Putri K Wardani, Dato Sri Thahir, Arifi n Panigoro, Sidarto Danusubroto, Agung Laksono, Mardiono Bakar, Soekarwo, dan Habib Luthfi bin Yahya.
Dengar dilatari rasa solidaritas dan bela rasa untuk para penderita covid-19, kata Wiranto, pihaknya ikut merasakan pukulan dan penderitaan hebat yang di hadapi masyarakat, khususunya para pasien korona dan keluarga.
Oleh karena itu, Wantimpres bersepakat untuk menyumbangkan seluruh gaji yang mereka terima dari negara untuk biaya penanggulangan bencana covod-19. “Sumbangan gaji tersebut akan berlangsung sampai dengan bencana covid-19 benar-benar berakhir,” jelas Wiranto.
Secara khusus, jelas Wiranto, dana tersebut diperuntukkan membantu kemaslahatan tenaga medis, seperti penyediaan APD dan tempat tinggal yang layak, memberikan masker kain dan vitamin kepada masyarakat, serta menyediakan nasi boks untuk makan siang atau malam para pekerja harian. Pasalnya, demi menyambung hidup, mereka harus keluar rumah setiap hari seperti pengemudi ojek daring.
Setiap anggota Wantimpres mempunyai pilihan dan jalur masing-masing untuk membantu, baik secara langsung maupun disalurkan melalui berbagai organisasi yang melakukan gerakan kemanusiaan.
Dato Thahir dan Putri K Wardani membagi-bagikan nasi boks kepada pekerja ojek daring.
Mardiono Bakar menyumbangkan kamar di kedua hotelnya untuk dihuni petugas medis yang bertugas di Serang, Banten. Wiranto, Sidarto, Arifin Panigoro, Agung Laksono, Soekarwo, dan Habib Luthfi melakukan hal serupa melalui ja ringan yang dimiliki masing-masing. (Cah/P-3)
Memahami perbedaan mendasar antara Super Flu, Influenza, dan Covid-19 bukan hanya soal ketenangan pikiran, tetapi juga tentang ketepatan penanganan medis untuk mencegah komplikasi serius.
GURU Besar Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Surabaya, Dominicus Husada, menilai penularan virus Nipah tidak sebesar kasus covid-19 yang menjadi pandemi.
Secara sederhana, zoonosis adalah penyakit infeksi yang ditularkan dari hewan vertebrata ke manusia.
Ia menjelaskan, salah satu langkah pencegahan yang dilakukan adalah melakukan vaksinasi untuk kepada masyarakat.
Bencana banjir di Sumatra memicu kritik terhadap respons pemerintah. Sosok almarhum Achmad Yurianto kembali dikenang atas perannya sebagai juru bicara pemerintah saat pandemi Covid-19.
Termometer perlu disterilisasi untuk membunuh kuman dan bakteri jika digunakan pada banyak orang.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved