Headline

SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.

DPR: Tindak Tegas yang Tak Mau Ikut Cegah Penyebaran Covid-19

Putri Rosmalia Octaviyani
19/3/2020 14:05
DPR: Tindak Tegas yang Tak Mau Ikut Cegah Penyebaran Covid-19
Upacara penahbisan Uskup Ruteng(MI/Palce Amalo)

ANGGOTA Komisi VIII DPR, Ace Hasan, mengatakan bahwa sudah saatnya aparat bertindak tegas kepada pihak-pihak yang tidak mengindahkan upaya melawan penyebaran Covid-19. Salah satunya dengan menunda kegiatan yang melibatkan banyak orang.

"Sebetulnya, bagi saya, siapapun berhak untuk menyelenggarakan kegiatan apapun, apalagi acara keagamaan. Tapi acara tersebut berpotensi merugikan orang lain. Di saat semua pihak gencar-gencarnya melakukan social distancing, ada pihak yang secara sengaja menyelenggarakan acara besar," ujar Ace di Jakarta, hari ini.

Tokoh atau organisasi besar khususnya keagamaan harus bersikap bijaksana dan menjadi contoh masyarakat di tengah kondisi wabah saat ini. Mereka harus mengajak masyarakat untuk ikut anjutan menjaga jarak sosial sementara waktu agar Covid-19 tidak semakin menyebar di masyarakat.

"Contohnya NU & Muhammadiyah. Keduanya telah menunda agenda besar kedua organisasi yang teramat penting, Munas NU dan Muktamar Muhammadiyah," ujar Ace.

Sementara itu Ketua Komisi III DPR, Herman Herry mengaku prihatin dengan tetap digelarnya penasbihan Uskup Ruteng Mgr Siprianus Hormat Pr. Acara tersebut diperkirakan melibatkan setidaknya 2000 orang.

"Terkait acara di Ruteng yang tetap berlangsung, tentu saya menyampaikan keprihatinan tersendiri. Saya berharap panitia pelaksana sudah melakukan langkah-langkah yang diperlukan untuk memastikan kesehatan pengunjung acara tersebut," ujarnya.

Baca juga: Gubernur Sesalkan Upacara Penahbisan Uskup Ruteng Tetap Berjalan

Herman mengatakan ke depan, aparat kepolisian harus mengevaluasi semua izin kegiatan yang melibatkab massa. Tidak hanya di sekitar Jakarta, tapi seluruh Indonesia.

"Agar setidaknya menunda kegiatannya sampai dengan pemberitahuan lebih lanjut dari pemerintah," ujar Herman.

Herman mengatakan saat ini semua pihak harus mau mengalah untuk menunda acara meski mungkin mereka telah menyiapkannya sejak lama. Jangan sampai apa yang terjadi di Malaysia, yakni penyebaran masif pasca acara keagamaan terjadi juga di Indonesia.(OL-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akhmad Mustain
Berita Lainnya