Sabtu 15 Februari 2020, 08:30 WIB

Dakwah Intoleran Picu Gejala Radikalisme

Media Indonesia | Politik dan Hukum
Dakwah Intoleran Picu Gejala Radikalisme

MI/ADAM DWI
Wapres KH Ma'ruf Amin.

 

PARA khatib diharapkan tidak mengobarkan dakwah atau ceramah bernada intoleran kepada jemaahnya. Wakil Presiden Ma'ruf Amin menyebutkan sikap intoleransi yang dibangun bisa berakibat munculnya gejala radikalisme yang mengarah ke terorisme.

"Dalam khotbah jangan bangun narasi permusuhan seakan kita masih perang dengan Belanda," kata Wapres Ma'ruf saat membuka Rapat Kerja Nasional dan Halaqah Khatib Indonesia, di Istana Wapres, Jakarta, kemarin.

Seharusnya, tambah Wapres, khatib berusaha membawa kemanfaatan dalam perbaikan kehidupan masyarakat. Apalagi, setiap omongan khatib berpotensi memengaruhi cara berpikir dan bertindak masyarakat. "Perlu diarahkan ceramahnya agar bisa memberi kemanfaatan," ujarnya.

Karena itu, ujarnya, ceramah khatib jangan menimbulkan kegaduhan di masyarakat melalui ceramah yang provokatif. Ma'ruf mengatakan dakwah harus berada dalam bingkai ke-negaraan dan kebangsaan.

Menurut Ma'ruf, Indonesia sudah memiliki komitmen sebagai Negara Kesatuan NKRI dengan Pancasila sebagai dasar negara. "Karena itu, dalam perspektif Islam, artinya kesepakatan, titik temu. Saya sebutnya negara kesepakatan," tandas Wapres.

Pada kesempatan terpisah, Korps Bhayangkara menyosialisasikan upa-ya menangkal berkembangnya paham radikal di Indonesia.

Kapolres Blora AKB Antonius Anang mengajak pengurus pesantren dan para santri menanamkan benih tole-ransi antarumat beragama sejak dini. Ajakan itu disampaikan saat kunjungannya ke Pondok Pesantren Khozinatul Ulum di Kelurahan Mlangsen, Blora, Jawa Tengah, kemarin.

Anang juga meminta para santri mewaspadai berita bohong atau hoaks. "Saya harap jangan gampang terprovokasi berita hoaks. Itu yang saat ini sangat marak."

Anang menilai sejauh ini warga Blora mampu menjunjung tinggi toleransi dan menghargai perbedaan agama.

Wakil Pengasuh Pondok Pesantren Khozinatul Ulum, Ahmad Labib Hilmi, menekankan pesantren merupakan tempat untuk mengajarkan pemahaman yang benar mengenai perbedaan di Indonesia. Menurutnya, ideologi Pancasila sudah berlandaskan syariat Islam. (Che/Tri/P-2)

Baca Juga

MI/Susanto

KPK Dalami Arahan Juliari ke Ditjen Linjamsos

👤Candra Yuri Nuralam 🕔Minggu 24 Januari 2021, 07:22 WIB
Pepen sudah tiga kali diperiksa KPK yakni pada 21 Desember 2020, 13 Januari 2021, dan 22 Januari 2021. Dia selalu hadir saat...
MI/M IRFAN

KPK Duga Penerima Suap Kasus Korupsi Bansos Masih Banyak

👤Candra Yuri Nuralam 🕔Minggu 24 Januari 2021, 06:51 WIB
Lembaga Antikorupsi itu mendalami cara Harry mendapatkan proyek dalam kasus...
MI/ADAM DWI

Saksi Kasus Korupsi di Indramayu Diintimidasi

👤Candra Yuri Nuralam 🕔Minggu 24 Januari 2021, 06:29 WIB
Anggota DPRD Jawa Barat periode 2014-2019 dan 2019-2024 Abdul Rozaq Muslim ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya