Headline
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
Kumpulan Berita DPR RI
PENJEBAKAN pelaku prostitusi daring di Kota Padang yang dilakukan belum lama ini oleh politisi Gerindra Andre Rosiade dianggap tidak patut karena sama saja memanupulasi perempuan dengan memperlakukannya layaknya barang kejahatan.
Apalagi, dalam kasus itu, pria yang secara sengaja berencana melakukan penjebakan dan bahkan sempat memakai jasa PSK tersebut tidak ikut ditangkap kepolisian.
"Kasus seperti ini kan mirip yang dialami Vanesa dan lagi perempuan jadi korban. Dia dimanipulasi. Dia tidak diberi pilihan membela diri. Apakah perempuan yang dijebak itu barang seperti narkoba? Kita kadang-kadang tidak patut mengambil tindakan hanya atas dasar menunjukan kejantanan moral," kata Komisioner Komnas Perempuan Mariana, saat dihubungi di Jakarta, Rabu (5/2).
Menurut Mariana, pelaku prostitusi daring adalah juga korban yang tidak pantas dijadikan barang jebakan.
Baca juga: Hukum Berat Pelaku Prostitusi Anak
"Kalau tidak ada persoalan sosial atau ekonomi apakah seorang perempuan memilih jadi PSK? Tidak mungkin. Dan juga kalau tidak ada pelanggan yang adalah laki-laki apakah mereka bisa beraksi? Tentu tidak. Kita akan jauh lebih bermoral jika memberi solusi pada mereka daripada melakukan penjebakan dan memasukan mereka ke dalam penjara," tegas Mariana.
Sebelumnya, Andre Rosiade mengakui menjebak seorang pekerja seks komersial (PSK) di Kota Padang, Sumatra Barat, yang beberapa waktu lalu ditangkap dan kini ditahan di Mapolres Kota Padang.
Upaya itu, kata dia, merupakan bagian dari strategi pengungkapan kasus yang selama ini meresahkan masyarakat Kota Padang.
"Saya perlu jelaskan bahwa betul penjebakan itu, tapi dilakukan bekerja sama dengan kepolisian Kota Padang. Jadi bukan tindakan pribadi saya," kata Andre saat dihubungi di Jakarta, Selasa (4/2).
Belakangan PSK yang tertangkap itu buka suara. Dia mengaku keberatan karena sesaat sebelum dilakukan penangkapan, dia sempat 'dipakai' seorang yang dipakai Andre untuk melakukan penjebakan. (OL-1)
Kekerasan terhadap perempuan dan anak bukan isu sektoral semata, melainkan persoalan kebangsaan yang membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.
Anggia Ermarini mengungkapkan IMW 2026 merupakan bentuk nyata keberpihakan Fatayat NU terhadap penguatan peran perempuan di berbagai sektor kehidupan.
Workshop peningkatan kapasitas ini diikuti lebih dari 100 pelaku UMKM perempuan ibu rumah tangga dari berbagai daerah di Jawa Barat.
Forum ini menyoroti kontribusi perempuan dalam mendorong resiliensi di komunitasnya, sekaligus memberikan wadah untuk berdiskusi menggaungkan suara perempuan.
Dampak psikologis pascabencana berpengaruh terhadap proses pemulihan sosial dan ekonomi, terutama di wilayah dengan kerentanan ekonomi tinggi seperti di Sumatra.
Keberadaan petugas haji perempuan dinilai krusial untuk menghadirkan layanan terhadap kebutuhan spesifik jemaah perempuan, yang tidak selalu dapat dilakukan oleh petugas laki-laki.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved