Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
UNIT Narkoba Polsek Tambora, Jakarta Barat, menyita 10 kilogram sabu dan ratusan pil ekstasi yang akan diedarkan menjelang perayaan Tahun Baru 2020.
Sabu dan ratusan butir ekstasi tersebut disita dari tangan tersangka NH (40) yang ditangkap di Jalan Prof Latumenten Jembatan Besi, Tambora Jakarta Barat.
''Pada saat tim menghampiri orang tersebut dan melakukan penggeledahan tasnya, ditemukan 11 (sebelas) paket besar diduga berisi sabu
(Metamfetamina) yang terbungkus plastik warna hijau,'' ungkap Kapolsek Tambora Komisaris Polisi Iver Son di Jakarta, Selasa (24/12)
Iver mengungkapkan, temuan tersebut berdasarkan hasil pengembangan informasi dari pelaku yang tertangkap sebelumnya di lokasi tersebut dan sering dijadikan lokasi peredaran narkoba.
Menurut pengakuan pelaku NH, sabu tersebut diperolehnya dari seseorang bernama IW untuk diberikan kepada seseorang yang belum diketahui namanya. Pelaku saat ditangkap mengaku sedang menunggu perintah dari seseorang bernama AD.
''Dalam menjalankan tugasnya, pelaku dijanjikan akan diberikan upah sebesar Rp1,5 juta, jika sabu telah sampai atau diterima oleh pemesannya,'' kata Iver.
Tak cukup sampai di situ, polisi melakukan pengembangan dengan menggeledah rumah tersangka di Jalan Pesing Gadok Kedoya Utara, Kebon Jeruk, Jakarta Barat.
Dari hasil penggeledahan, ditemukan barang bukti berupa satu paket klip kecil berisi sabu, 54 butir pil ekstasi warna hijau, 110 butir pil ekstasi warna merah, 11 butir pil ekstasi merah bentuk kepala burung, 22 butir Hapy Five dan uang tunai sebesar Rp1,3 juta,'' kata Iver.
Akibat perbuatannya tersangka NH dijerat Pasal 112 Sub 114 UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman maksimal mati. (OL-11)
Fakta mengkhawatirkan mengenai infiltrasi narkoba yang kini telah menyusup ke berbagai sektor, mulai dari perkantoran, instansi pemerintahan, hingga lembaga pendidikan.
Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan terus memperkuat langkah pencegahan penyalahgunaan narkoba hingga ke tingkat desa.
Badan Narkotika Nasional (BNN) RI bersama Direktorat Jenderal Bea dan Cukai membongkar keberadaan clandestine laboratory atau pabrik narkotika ilegal milik jaringan internasional.
Rano menjelaskan bahwa Jakarta membutuhkan kebijakan yang mampu menyatukan aspek pencegahan, pemberantasan, penanganan, serta rehabilitasi.
Menjelang persidangan, Ammar Zoni tampak percaya diri. Ia bahkan menyatakan keyakinannya akan segera bebas dari jeratan hukum.
Di era Presiden Prabowo Subianto, perang melawan narkotika kini tidak lagi hanya bertumpu pada penindakan hukum, melainkan menempatkan penyelamatan generasi muda.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved