Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
ANGGOTA Komisi I DPR, Christina Aryani, mengatakan tak menyarankan pemerintah menuruti permintaan tebusan kelompok Abu Sayyaf untuk mebebaskan warga negara Indonesia yang mereka sandera. Pemenuhan tebusan dianggap hanya akan melanggengkan bisnis kejahatan kelompok teroris tersebut.
"Tidak menyarankan pembayaran tebusan krn ini sdh menjadi bisnis bagi penyandara. Pembayaran tebusan akan mendorong terorisme model ini terus berulang," ujar Christina, di gedung DPR, Jakarta, Selasa, (10/12).
Christina mengatakan mendukung upaya pemerintah untuk menbebaskan WNI yang disandera. Namun, pemenuhan permintaan tebusan dianggap bukan cara terbaik yang bisa dilakukan.
Baca juga: Kemenlu Benarkan Tiga Nelayan WNI Disandera Abu Sayyaf
"Lebih baik meminta pemerintah untuk mengupayakan operasi bersama dengan militer Filipina dan Malaysia untuk pembebasan sandera," ujar Christina.
Seperti diketahui, kelompok Abu Sayyaf menculik tiga nelayan asal Indonesia dari perairan dekat Lahad Datu, Sabah, Malaysia dan membawa mereka ke Filipina. Mereka diperkirakan telah disandera sejak bulan September 2019. Mereka meminta tebusan sebesar Rp8,3 miliar dari pemerintah agar ketiga WNI tersebut dibebaskan. (OL-4)
Untold Story Pembebasan 10 ABK Sandera Kelompok Abu Sayyaf 2016
Jurnalis Metro TV Marializia Hasni berbagi kisah perjuangan saat meliput operasi kemanusiaan pembebasan 10 WNI sandera Abu Sayyaf di Mindanao, Filipina.
Satu dari lima WNI yang disandera kelompok Abu Sayyaf dilaporkan tewas tertembak saat kelompok tersebut kontak senjata dengan militer Filipina.
Kelompok bersenjata Abu Sayyaf di Filipina dilaporkan meminta tebusan 30 juta Peso atau sekitar Rp8,4 miliar atas lima warga Indonesia (WNI) yang ditawan.
Pemerintah Indonesia telah resmi mengeluarkan pernyataan memohon kepada Pemerintah Malaysia untuk berperan mengatasi kasus perompakan oleh kelompok teroris tersebut.
Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi di Jakarta, Kamis, menyatakan bahwa ia telah melakukan komunikasi kembali dengan Menteri Pertahanan Filipina terkait pembebasan sandera secara selamat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved