Senin 09 Desember 2019, 21:50 WIB

Mendagri Minta Pemda Maksimalkan Potensi Daerah

Cahya Mulyana | Politik dan Hukum
Mendagri Minta Pemda Maksimalkan Potensi Daerah

ANTARA/MUHAMMAD BAGUS KHOIRUNAS
Penambang batu Kalimaya menggali tanah di Kampung Cijeruk, Lebak, Banten, Senin (11/11/2019).

 

MENTERI Dalam Negeri Tito Karnavian meminta semua Pemda di tingkat I dan II memanfaatkan sumber daya alam hingga manusia untuk memacu pemerataan kesejahteraan. Sebab, kepala daerah merupakan kuncinya sehingga harus bisa melihat potensi yang ada dan mengembangkannya.

"Setiap kepala daerah harus memiliki entrepreneurship, kemampuan kewirausahaan, dia bisa menangkap peluang apa yang ada di wilayah itu dan bisa dikembangkan. Dia bisa menangkap sumber daya modal, dia permudah investasi masuk, mohon digenjot (investasi), kami akan siap mendobrak untuk kepentingan Nias," ucap Tito Karnavian saat melakukan kunjungan kerja di Pulau Nias, Sumatera Utara dalam keterangan resminya, Senin (9/12).

Baca juga: KLHK Libatkan Masyarakat untuk Pelestarian Sumber Daya Alam

Menurut dia, pembangunan yang dapat dirasakan masyarakat perlu kolaborasi antar seluruh stakeholder, utamanya untuk bersinergi menyatukan visi bersama. Kepala daerah wajib menjadi nahkoda untuk menentukan target pembangunan dan melaksanakannya secara serius.

Kepala daerah juga harus mengembangkan wirausaha dan inovasi supaya kekayaan yang ada dapat dirasakan masyarakat. Selain itu, mempermudah investasi merupakan kewajiban untuk mempercepat pemerataan kesejahteraan dan pembangunan.

"Saya minta Bapak Bupati, tokoh masyarakat, bangun komunikasi dan kekompakkan, itu modal untuk mempercepat pembangunan," tegasnya.

Tito menyerap aspirasi masyarakat Nias dan membangkitkan rasa optimisme supaya bersama-sama pemerintah mewujudkan kesejahteraan dan menjadi wilayah yang lebih maju.

"Memang ada suara pesimisme tadi dengan ada yang mengatakan kami daerah tertinggal. Jujur, saya sedih dengarnya. Masih banyak negara yang terbatas SDA-nya tapi mampu maju dan sejahtera, apalagi Nias yang SDA dan SDM nya mumpuni. Tinggal bagaimana mengelolanya," paparnya. Mendagri.

Melihat potensi SDM tersebut, ia menekankan adanya program-program pendidikan dan kesehatan yang dapat menyentuh langsung dan dapat dirasakan masyarakat ketimbang hanya formalitas sebuah program.

"Tolong diperhatikan anak-anak dan pemuda yang akan menjadi potensi bonus demografi untuk diperhatikan pendidikan formal maupun keterampilannya. Kalau buat program untuk Pendidikan dan Kesehatan, bukan hanya nomenklaturnya saja, tapi betul-betul dirasakan masyarakat," ujarnya.

Tak hanya itu, Tito juga meminta Pemda setempat melakukan penganggaran untuk pengembangan potensi wisata Pulau Nias."Kita minta juga kepada Pemda, tolong anggarkan selain pendidikan dan kesehatan, juga anggaran-anggaran untuk mengembangkan potensi alam, budaya dan kelautan ini. Ini harus masuk dalam anggaran, jangan sampai anggaran dalam APBD hanya fokus pada belanja pegawai saja sedangkan masyarakatnya tidak merasakan apa-apa," pungkasnya. (Cah/A-3)

Baca Juga

FOTO ANTARA/Widodo

26 Parpol Telah Terdaftar di Sistem Informasi Parpol Pemilu 2022

👤 Yakub Pryatama Wijayaatmaja 🕔Selasa 28 Juni 2022, 12:36 WIB
KPU menyatakan jumlah partai politik (parpol) yang mendaftar dan terintegrasi Sistem Informasi Partai Politik (Sipol) terus...
Antara/Fikri Yusuf

Aturan Baru Keimigrasian Indonesia, Anak Pasangan Campuran dapat Dwi Kewarganegaraan

👤Cahya Mulyana 🕔Selasa 28 Juni 2022, 12:12 WIB
Berlakunya PP 21, menunjukkan Pemerintah berkomitmen memperkuat sistem perlindungan dan kepastian hukum bagi masyarakat dan...
Mi/Cahya Mulyana

Kecepatan Penanganan Sengketa Pemilu Jangan Abaikan Keadilan

👤 Indriyani Astuti 🕔Selasa 28 Juni 2022, 11:46 WIB
Koordinator Kode Inisiatif, M.Ihsan Maulana, mengatakan jangan mempersingkat tanpa ada basis yang rasional. Ini akan berdampak pada...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya