Kamis 24 Oktober 2019, 20:50 WIB

KLHK Libatkan Masyarakat untuk Pelestarian Sumber Daya Alam

Indriyani Astuti | Humaniora
KLHK Libatkan Masyarakat untuk Pelestarian Sumber Daya Alam

ANTARA/Wahdi Septiawan
Warga mendorong sampannya keluar dari muara Sungai Air Hitam Laut yang tercemar sampah plastik di Tanjungjabung Timur, Jambi.

 

DIREKTORAT Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mengajak masyarakat untuk melakukan pengelolaan sumber daya alam dan ekosistem, baik di kawasan konservasi maupun di luar kawasan konservasi. Hal ini dilakukan untuk mencapai target pembangunan lingkungan hidup dan kehutanan bidang KSDAE Tahun 2020.

Direktur Jenderal KSDAE KLHK Wiratno menyampaikan bahwa pelibatan masyarakat di dalam dan sekitar kawasan konservasi merupakan salah satu dari 10 cara baru pengelolaan kawasan konservasi.

Baca juga: KLHK Identifikasi Ribuan Desa di Kawasan Hutan

"Masyarakat sebagai subjek, jadi masyarakat itu diposisikan sebagai subjek atau pelaku utama dalam berbagai model pengelolaan kawasan," ujarnya saat membuka Rapat Koordinasi Teknis Lingkup Ditjen KSDAE Tahun 2019 di Jakarta, Kamis, (24/10).

Pelestarian tersebut, imbuhnya, harus mempertimbangkan prinsip–prinsip penghormatan terhadap Hak Asasi Manusia, kerja sama lintas Eselon 1 di Kementerian KLHK. Selain itu,  kerja sama lintas kementerian/lembaga, penghormatan nilai budaya dan adat, kepemimpinan multilevel, pengambilan keputusan berbasis sains, pengelolaan berbasis resort juga diperlukan. Dan yang tidak kalah penting adalah adanya penghargaan dan pendampingan, serta menjadi organisasi pembelajar atau Learning Organization.

"Harus sering turun ke lapangan, dengarkan masyarakat, kalau ada masalah, selesaikan bersama-sama," pesan Wiratno.

Selain itu, KLHK juga memberikan penghargaan bagi individu dan masyarakat yang telah berkontribusi dalam pelestarian sumber daya alam dan konservasi.  

Sekretaris Jenderal KLHK Bambang Hendroyono turut hadir dalam acara itu. Pada kesempatan tersebut, Direktorat Jenderal KSDAE KLHK juga menyampaikan penghargaan kepada 32 orang pelaku dan pegiat konservasi yang berperan aktif dalam upaya pelestarian kawasan konservasi.

Di antaranya, Hasyim Djoyohadikusumo Founder Yayasan Arsari, atas dorongan membangun pusat penyelematan dan rehabilitasi satwa liar, Regina S Safri penulis buku before too late tentang satwa liar, Letdjie Tag tokoh adat pejuang hutan adat Wahea, Daru Indriyo, dan Ahmad Syafrudin Pejuang literasi dan socio enterpreneurship. (Ind/A-3)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More