Headline
Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.
Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menerima banyak aduan mengenai Aparatur Sipil Negara (ASN) yang terpapar paham radikal. Fenomena terpaparnya ASN dengan paham radikal meruapakan fenomena baru dan harus segera diredam.
"Indikasi itu ada, banyak pengaduan makanya upaya bapak kepala BNPT secara masif terus mendatangi kementerian-kementerian. Bahkan menteri juga mengundang kepala BNPT memberikan materi bernuansa resonansi kebangsaan tentang bahaya radikalisme bagi ASN," tutur Direktur Deradikalisasi BNPT Irfan Idris di Jakarta, Sabtu (16/11).
Irfan melanjutkan, BNPT terus berkoordinasi dengan kementerian terkait untuk meminimkan paham radikalisme yang memapar ASN. Bahkan, upaya deradikalisasi juga dilakukan kepada para calon ASN dan lingkungan perguruan tinggi. Perlu upaya menyuluruh dari setiap pihak untuk sama-sama menangkal paham radikal.
Baca juga: BNPT: Paparan Radikalisme Saat ini Melalui Istri
"Kita tidak kuat untuk langsung mengubah semua seperti mengembalikan jari tangan. Harus ada perhatian khusus dari pimpinan civitas akademika. Bahkan bila perlu ada sebuah program pemantauan monitoring pembinaan," tuturnya. (X-15)
Keterlibatan aktif orang tua dalam komunitas pengawasan dinilai menjadi faktor kunci dalam memutus mata rantai penyebaran paham ekstrem.
Mencegah radikalisme dan intoleransi berarti menghidupkan kembali nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
Ciri berikutnya adalah anak cenderung menarik diri dari pergaulan karena komunitas TCC membuat mereka nyaman sehingga anak-anak lebih suka menyendiri.
Densus 88 mengungkap remaja 14 tahun di Jepara memiliki koneksi dengan pendiri kelompok ekstremis Prancis BNTG dan aktif di komunitas True Crime.
BNPT mencatat 112 anak Indonesia terpapar radikalisasi terorisme lewat media sosial dan gim online sepanjang 2025, dengan proses yang makin cepat di ruang digital.
Radikalisme dan intoleransi tidak bisa dilawan hanya dengan regulasi, tetapi dengan penghayatan nilai-nilai Pancasila sebagai pedoman etis bersama.
REMAJA dan anak-anak sekarang dinilai lebih rentan terhadap paparan paham radikal di ruang digital. Kondisi ini dinilai berbahaya karena kelompok usia tersebut dalam fase pencarian jati diri.
BNPT mengungkapkan ada 27 rencana serangan terorisme yang berhasil dicegah dalam tiga tahun terakhir, dengan ratusan pelaku terafiliasi ISIS ditangkap.
BNPT mencatat 112 anak Indonesia terpapar radikalisasi terorisme lewat media sosial dan gim online sepanjang 2025, dengan proses yang makin cepat di ruang digital.
KEPALA BNPT Eddy Hartono menyoroti secara mendalam fenomena memetic radicalization yang kini menjadi ancaman nyata bagi generasi muda.
Menurut Edi Hartono, media sosial dan game online telah terbukti menjadi salah satu sarana yang digunakan pelaku terorisme untuk melakukan perekrutan.
Program ini memberikan edukasi mendalam mengenai upaya mitigasi penyebaran paham radikal terorisme di ruang digital.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved