Headline
Istana minta Polri jaga situasi kondusif.
BADAN Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) mengindikasikan perubahan tren dalam penyebaran paparan radikalisme.
"Kalau dulu lewat laki-laki, suami yang ikut dan tidak membawa anak dan istri. Tapi trennya sejak Sibolga dan Surabaya, kemudian seperti Eselon IV Kementerian Keuangan, Eselon II Batang, yang terpengaruh kuat adalah istrinya yang kemudian mengajak anaknya dan suaminya," ucap tutur Direktur Deradikalisasi BNPT Irfan Idris di Jakarta, Sabtu (16/11).
Mayoritas terpapar dari konten-konten negatif yang di dunia maya. Dia menuturkan, melihat latar belakang yang terpapar radikalisme, bukan semata karena faktor ekonomi.
"Jadi faktor ekonomi bukan tunggal. Jadi kalau alasannya ekonomi, Eselon II Batang saja sudah sejahtera. Eselon IV Kementerian Keuangan, bahkan S2 Flinders University, ditemukan di Suriah dengan lima anak gadisnya," ungkap Irfan.
Baca juga: Mencegah Radikalisme di Xinjiang Islamic Institute
Kekecewaan masyarakat terhadap penyelenggara negara, menurut Irfan, menjadi salah satu faktor seseorang mudah terpapar paham radikal yang menargetkan para pejabat negara.
"Mau ASN mau bukan kalau sudah merasa kecewa dan merasa terpinggirkan. Media yang dia buka hanya yang melegitimasi perilakunya untuk melakukan perlawanan. Tanpa dia menyadari diri sebagai bagian dari negara ini," paparnya. (X-15)
Semangat persatuan yang dibangun harus benar-benar mampu diwujudkan dan dipraktikkan dalam keseharian masyarakat.
INDONESIA mencatatkan nihil kasus serangan terorisme sejak tahun 2023 hingga saat ini, pertengahan tahun 2025. Hal itu disebut berkat peran dari berbagai pihak.
PAKAR terorisme Solahudin menyebut Indonesia saat ini berada di era terbaik dalam penanganan terorisme berkat strategi kolaboratif antara soft approach dan hard approach.
Pencegahan tidak hanya dilakukan dari sisi keamanan tapi juga harus bisa memanfaatkan teknologi IT
Gubernur Khofifah dan BNPT RI berkomitmen tanamkan moderasi beragama sejak dini di sekolah untuk cegah radikalisme. Jatim perkuat sinergi pusat-daerah.
BADAN Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) bersama Komisi XIII DPR RI terus memperkuat upaya pencegahan radikalisme dan terorisme.
Narasi tandingan tentang nasionalisme dan kebhinekaan masih disajikan secara monoton. “Anak-anak tidak bisa menerima narasi kebangsaan yang membosankan
KEPALA Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Eddy Hartono mengunjungi dan berdialog dengan masyarakat di 4 titik Desa Siap Siaga Kecamatan Jamblang.
BNPT bersama FKPT Provinsi Bali menyelenggarakan Lomba Gelar Budaya bertajuk Suara Damai Nusantara (SUDARA) guna memperkuat ketahanan siswa-siswi tingkat SMP dan SMA/sederajat
BNPT menyebut seorang perempuan yang sejatinya memiliki nilai keibuan, justru secara sengaja atau tidak sengaja menjadi aktor penting di dalam berbagai peristiwa atau aktivitas terorisme.
Pemerintah Indonesia akan meningkatkan perlindungan untuk kepulangan jamaah haji.
Pencegahan tidak hanya dilakukan dari sisi keamanan tapi juga harus bisa memanfaatkan teknologi IT
Copyright @ 2025 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved