Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
PERGANTIAN pucuk pimpinan Kepolisian Republik Indonesia dari Jenderal Polisi Muhammad Tito Karnavian ke Jenderal Polisi Idham Azis menyisakan jabatan kosong di Kepala Badan Reserse Kriminal Mabes Polri/
Deputi Bidang Riset Lokataru Mufti Makarim mengatakan ada tiga poin yang harus dipenuhi oleh calon Kepala Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) pengganti Idham Azis.
"Pertama paling tidak calon Kabareskrim punya pengalaman kerja di bidang reserse dan kriminal baik itu di level daerah sampai level nasional," ujar Mufti, saat dikonfirmasi Rabu (6/11).
Poin kedua, Kabareskrim yang akan datang harus bisa memenuhi ekspektasi masyarakat dalam menyelesaikan kasus-kasus yang menjadi perhatian publik.
"Kabareskrim yang baru harus diterima masyarakat karena kita tahu tantangan di Reskrim saat ini cukup besar sebab ada harapan masyarakat terhadap kepolisian yakni bisa menyelesaikan kasus yang menyita perhatian publik," sebutnya
Baca juga : Penunjukan Kabareskrim Baru Harus Melalui Mekanisme Wanjakti
Mufti menjelaskan merit sistem juga harus menjadi acuan bagi Kapolri Jenderal Pol Idham Azis dalam menetukan siapa yang layak mengisi jabatan Kabareskrim baru.
"Artinya yang sudah layak jenjang karir, kepangkatan dan masa tugasnya ini penting agar terjadi sinergi dalam tubuh kepolisian," ujarnya.
Sementara itu, terkait isu perlunya Kabareskrim baru yang harus punya kemampuan dalam rangka penanganan teror, Mufti menjelaskan bahwa hal itu menjadi prioritas apalagi secara makro situasi nasional pascapilpres cukup memprihatinkan.
"Kalau soal radikalisme, konteksnya soal terorisme sudah menjadi kewenangan Densus 88, tapi kalau soal ancaman keamanan secara makro memang relevan, karena itu cakabareskrim harus punya kedekatan dengan tokoh-tokoh masyarakat dan agama serta bisa menjalakan aspirasi masyarakat," pungkasnya.
Kepala Divisi Humas Polri Irjen Muhammad Iqbal mengatakan Kapolri Jenderal Idham Azis akan segera menunjuk Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) baru dalam beberapa hari mendatang.
Baca juga : Teruskan Tongkat Estafet, Ini Harapan Tito ke Idham Azis
"Insyallah kalo beberapa hari lagi insyallah. Ini jadi prioritas beliau tapi kan ada mekanismenya," kata Iqbal di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (5/11)
Iqbal menambahkan, penentuan posisi Kabareskrim merupakan hak prerogatif Kapolri. Namun, proses mekanismenya juga melalui Dewan Kepangkatan dan Jabatan Tinggi (Wanjakti) Mabes Polri.
"Memang hak prerogatif seorang kapolri tapi harus ada rapat dewan kebijakan tinggi yang dipimpin oleh wakapolri dan staf," sebutnya. (OL-7)
SEJUMLAH aktivis lingkungan dan kreator konten resmi melaporkan serangkaian aksi teror dan intimidasi yang mereka alami ke Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri, Rabu (14/1/2026).
ANGGOTA Komisi III DPR RI, Martin Daniel Tumbelaka, mengapresiasi keberhasilan Bareskrim Polri dalam membongkar sindikat perjudian daring yang mengoperasikan 21 situs.
Selain penindakan hukum terhadap para pelaku, Polri juga bergerak memutus akses perjudian di dunia maya.
Kemenhut bersama Bareskrim Polri memaparkan temuan awal hasil identifikasi forensik terhadap kayu gelondongan yang terbawa banjir bandangĀ
Irhamni mengatakan berdasarkan hasil identifikasi, diketahui bahwa ada campur tangan manusia pada gelondongan kayu tersebut.
Kasus ini bermula dari penangkapan FG pada 26 November 2025. Dari dompetnya, polisi menemukan sabu seberat 0,43 gram yang tersimpan dalam kertas aluminium foil dan plastik klip.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved