Headline
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
Kumpulan Berita DPR RI
KAPOLRI Jenderal Idham Azis menegaskan komitmen kepolisian mengusut tuntas kasus penyerangan terhadap penyidik KPK Novel Baswedan. Ia berjanji akan mengungkap kasus tersebut secara terang benderang.
"Saya tetap berkomitmen seperti saya sampaikan sebelumnya di DPR ketika uji kepatutan dan kelayakan. Komitmen saya secepatnya kasus itu diungkap baik kasus Novel dan kasus-kasus (teror) lain kepada unsur KPK," kata Idham usai bertemu Ketua KPK Agus Rahardjo di Gedung KPK, Jakarta, Senin (4/11).
Idham mengatakan secepatnya akan memilih Kepala Bareskrim yang menangani langsung kasus penyerangan tersebut. Saat ini proses pemilihan tengah melibatkan Dewan Kepangkatan dan Jabatan Tinggi (Wanjakti) yang dipimpin Wakapolri.
"Tentu kita akan cari perwira terbaik untuk Kabareskrim yang akan menuntaskan kasus tersebut," ucapnya.
Baca juga: Kasus Novel Baswedan Tunggu Arahan Kabareskrim Baru
Kadiv Humas Polri Irjen M Iqbal mengatakan saat ini sudah ada temuan signifikan tim teknis yang menangani kasus Novel. Meski begitu, ia enggan mengungkapkannya ke publik karena khawatir akan berdampak pada upaya lanjutan pengungkapan kasus tersebut.
"Ada temuan-temuan yang sangat signifikan yang sudah didapat tim teknis. Tim teknis bekerja sangat tertutup. Kalau kita buka ke publik, kita bisa saja kembali ke nol. Tidak akan berapa lama lagi kita mengungkap kasus ini," ujar Iqbal.
Presiden Joko Widodo sebelumnya meminta Kapolri segera menuntaskan pengungkapan kasus penyerangan terhadap Novel. Jokowi memberi tenggat pengungkapan kasus sampai awal Desember memdatang.(OL-4)
Penanganan kasus dipastikan berjalan paralel, baik dari sisi tindak pidana umum maupun pelanggaran kode etik profesi Polri.
Kapolri menegaskan bahwa tindakan tersebut merupakan pelanggaran berat yang mencoreng nama baik Korps Brimob Polri.
Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo memerintahkan jajarannya untuk mengusut tuntas kasus dugaan penganiayaan yang melibatkan anggota Brimob berinisial Bripda MS
Polri akan menangani secara transparan kasus dugaan penganiayaan yang dilakukan anggota Brimob, Bripka MS, terhadap dua pelajar di Tual, Maluku
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menegaskan Polri akan menangani kasus Bripka MS yang diduga menganiaya dua pelajar di Maluku Tenggara hingga satu tewas secara transparan dan akuntabel.
Koordinator KontraS, Dimas Bagus Arya, meminta Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meninjau kembali proses hukum kerusuhan Agustus 2025.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved