Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
POLDA Metro Jaya menangkap enam orang terkait dengan rencana menggagalkan pelantikan presiden dan wakil presiden pada 20 Oktober 2019. Mereka ialah SH, E, FAB, HRS, RH, dan PSM.
Menurut Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono, ada komunikasi yang dilakukan antara SH dan mantan dosen IPB University, Abdul Basith (AB).
“Beberapa komunikasi antara tersangka AB dan tersangka SH, kaitannya untuk upaya menggagalkan pelantikan presiden,” ungkap Argo di Kantor Polda Metro Jaya, kemarin.
Penangkapan keenam orang itu diawali temuan sebuah grup Whatsapp yang beranggotakan 123 orang buatan SH. Argo menyebut isi pembicaraan dalam grup tersebut seputar perencanaan menggagalkan pelantikan presiden dan wapres.
Cara yang digunakan para tersangka ialah dengan menggunakan bola karet berisi bahan peledak yang ditembakkan dengan ketapel kayu dan besi. “Ketapel dan bola karet rencanaya akan dipakai di Gedung DPR/MPR untuk menyerang aparat, mengganggu ketertiban umum, biar aksi memanas,” terang Argo.
Kelompok tersebut, lanjut Argo, juga berencana untuk melepas delapan ekor monyet di Gedung DPR/MPR dan Istana Merdeka. Hal itu bertujuan untuk membuat teror dan kekacauan.
SH ditangkap bersama dua tersangka lainnya, yakni E dan FAB di Jatinegara, Jakarta Timur. Ketiganya kedapatan sedang merakit bola karet yang akan digunakan sebagai peluru ketapel. SH juga berperan mencari dana untuk membeli perlengkapan ketapel dan pelurunya.
E dan FAB juga berperan sebagai penyandang dana bersama dengan satu tersangka lain, yakni HRS.
Sementara itu, tersangka RH berperan sebagai penjual dan pembuat ketapel kayu. Argo menyebut SH memesan 200 ketapel kayu dari RH. “Yang sudah dijual sebanyak 22 ketapel dengan harga satuan Rp8.000.” Sementara itu, tersangka PSM berperan membeli ketapel dan karet lewat daring.
Salah satu anggota grup ialah Eggi Sudjana. Eggi sudah dimintai keterangan sebagai saksi karena dalam percakapan di grup tersebut pernah diminta menjadi donatur pembuatan bom. (*/P-3)
Polda Sumut mengerahkan sedikitnya 11.417 personel gabungan dari unsur Polri, TNI, dan instansi terkait.
kultur kekerasan yang masih melekat dalam tubuh Kepolisian menunjukkan bahwa reformasi kepolisian pasca-pemisahan dari ABRI belum berjalan tuntas.
Dari 58 kantong jenazah yang diterima RS Bhayangkara sejak 27 November 2025, 33 jenazah telah teridentifikasi melalui data primer dan sekunder serta sudah diserahkan kepada keluarga.
Polda Jabar juga menyediakan 128 personel dari satuan SAR Brimob yang meliputi unit SAR, K9, serta pengemudi kendaraan rescue.
Polisi bertindak setelah menerima informasi dari masyarakat bahwa JM hendak membawa sabu menuju Kecamatan Pagimana, Kabupaten Banggai, Sulteng, menggunakan jasa rental angkutan.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi meminta warga tetap menjaga situasi kondusif dan tidak terprovokasi.
Saat diperiksa, kata Argo, polisi mengamankan barang bukti senjata tajam berupa parang di dalam mobil tersebut.
"Pelantikan Jokowi-Amin adalah momen kemenangan Demokrasi, Persatuan dan Rakyat Indonesia, jadi harus dirayakan dengan rakyat. Maka dari itu hari ini kami gelar santunan anak yatim."
Polri berhasil mengendus rencana enam orang ini berdasarkan pengembangan kasus kepemilikan bom molotov oleh dosen IPB berinisial AB.
Pasalnya, jika hanya menititik-beratkan pada ekonomi dengan berorientasi hasil tanpa menghargai proses dikhawatirkan bisa bertabrakan dengan hukum.
Hal itu pun tidak sebatas untaian kata-kata dan janji namun dibarengi dengan langkah untuk mencapainya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved