Jumat 13 September 2019, 20:55 WIB

PDIP: Wadah Pegawai Buat KPK Tak Harmonis

Putra Ananda | Politik dan Hukum
PDIP: Wadah Pegawai Buat KPK Tak Harmonis

ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso
Gedung KPK

 

KOMISI III DPR menyoal keberadaan wadah pegawai di tubuh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Hal ini terkait saling bantah antara pimpinan KPK ihwal dugaan pelanggaran etik.

Wakil Ketua KPK Alexander Marwata menyebut tiga pimpinan tak mengetahui soal rencana konferensi pers Ketua KPK Agus Rahardjo, terkait dugaan pelanggaran etik. Selain itu, belum pernah ada proses putusan secara kelembagaan terkait pelanggaran tersebut.

"Itu kemudian menampakkan bahwa lembaga itu secara eksklusif dimonopoli sama kepentingan yang namanya Wadah Politik KPK," kata Anggota Komisi III DPR dari Fraksi PDIP Masinton Pasaribu saat dihubungi, Jumat, 12 September 2019.

Wadah Pegawai KPK, kata dia, telah melakukan tekanan terhadap mekanisme kerja pimpinan, dan hal tersebut sudah di luar batas. Termasuk dalam mempengaruhi pimpinan untuk melakukan konferensi pers pelanggaran etik.

Baca juga: Agus memastikan KPK tidak akan Resisten Terhadap Pemimpin Baru

Dengan demikian, wadah pegawai seharusnya berganti nama menjadi wadah politik. "Ini yang menjadi kelompok penekan, menekan pimpinan, menekan publik melakukan pressure terhadap DPR," kata Masinton.

Menurut dia, kasus dugaan pelanggaran etik tak lagi relevan untuk diangkat. Sebab dugaan itu terjadi pada 2018, sementara saat ini sudah lewat setahun dan hal itu belum bisa dibuktikan.

Artinya, ada muatan dalam wadah pegawai yang dipaksakan untuk diakomodasi. Masinton juga menyebut WP KPK tak lagi bekerja sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya.

Atas dasar itu, dia minta pada pimpinan KPK yang baru agar WP KPK diisi aparatur sipil negara. Tak apa pegawai berserikat, namun tak didasari kepentingan politik seperti yang terjadi saat ini.

"Sehingga KPK tidak sakit-sakitan lagi. Kalau sekarang (KPK) tubuhnya sakit, nggak sehat, banyak friksinya," kata dia.(OL-4)

Baca Juga

Medcom

Transaksi Suap Hakim Itong Dilakukan di Tempat Parkir PN Surabaya

👤Candra Yuri Nuralam 🕔Jumat 21 Januari 2022, 00:55 WIB
Nawawi mengatakan penyerahan uang itu terjadi Rabu (19/1) sekitar pukul 13.30...
Antara

Hakim Itong Dijanjikan Fulus Rp1,3 M untuk Bubarkan PT SGP

👤Candra Yuri Nuralam 🕔Jumat 21 Januari 2022, 00:43 WIB
KPK menyita uang Rp140 juta sebagai barang bukti dari pemufakatan jahat...
Medcom

Hakim Itong Isnaeni Marah Saat Diumumkan Sebagai Tersangka Suap

👤Candra Yuri Nuralam 🕔Kamis 20 Januari 2022, 23:56 WIB
"Saya tidak pernah menjanjikan apapun, ini omong kosong!" cetus...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya