Headline
Indonesia tangguhkan pembahasan soal Dewan Perdamaian.
Kumpulan Berita DPR RI
Bea Cukai Makassar menghadiri koordinasi dan sinkronisasi peran daerah di bidang ekspor impor yang dilaksanakan oleh Kementerian Perdagangan, di Hotel Horison, Makassar, pada 15 Agustus 2019 lalu. Kegiatan ini dilakukan dalam rangka menjalin sinergi dan kerjasama yang baik dengan instansi pemerintahan dan masyarakat.
Sebagai salah satu bentuk komitmen dan fokus pemerintah dalam meningkatkan ekspor di Sulawesi Selatan, Koordinasi ini dihadiri Kepala Dinas Perdagangan, Perwakilan Direktorat Fasilitas Kementerian Perdagangan, Kepala Dinas Badan Pusat Statistik Sulawesi Selatan, Kepala Bidang Perdangangan Luar Negeri, dan Kepala Kantor BC Makassar.
Kepala Dinas Perdagangan Makassar, Hadi Basalamah, mengungkapkan Provinsi Sulawesi Selatan nantinya akan membuat tim khusus terkait percepatan ekspor dan direct call dari Makassar langsung ke negara tujuan. Dengan adanya percepatan ekspor tersebut akan membuat tidak terjadinya perubahan kualitas produk dan meningkatkan nilai jual suatu produk.
Berkenaan dengan hal tersebut, Kepala Kantor BC Makassar, Gusmiadirrahman, menyatakan kesiapan Bea Cukai dalam membantu percepatan ekspor sesuai dengan peraturan yang berlaku. Pemerintah diwakili Bea Cukai akan terus mendukung sosialisasi fasilitas yang diberikan guna meningkatkan perkonomian negara.
“Masyarakat juga harus diberikan pemahaman dan manfaat tentang ekspor dengan memberikan penyuluhan dan sosialisasi kepada masyarakat kabupaten/kota di Provinsi Sulawesi Selatan dalam hal ini peran pemerintah daerah sangat dibutuhkan. Bea Cukai menyediakan Fasilitas Kepabeanan yang dapat digunakan dalam melakukan proses ekspor dan Impor,” ungkap Gusmiadirrahman, Kepala Kantor BC Makassar.
Kesuksesan ekspor merupakan keberhasilan dari kolaborasi eksportir dan pemerintah. Diharapkan dengan sinergi Bea Cukai dan seluruh instansi terkait ini dapat memberikan pelayanan prima kepada pemangku kepentingan dan meningkatkan penerimaan negara dari bidang ekspor dan impor. (RO/OL-10)
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tengah mendalami dugaan korupsi terkait pengurusan cukai di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan.
KPK bongkar taktik pegawai Bea Cukai inisial SA yang kelola uang gratifikasi di safe house Ciputat. Uang Rp5,19 miliar disita terkait kasus impor barang KW.
Instruksi 'bersih-bersih' tersebut merupakan kode untuk memindahkan tumpukan uang tunai dari lokasi awal.
KPK resmi menahan Kepala Seksi Intelijen Cukai Direktorat Penindakan dan Penyidikan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan, Budiman Bayu Prasojo (BBP).
Para oknum tersebut sengaja menyiapkan lebih dari satu lokasi penyimpanan guna menghindari pemantauan aparat penegak hukum.
KPK temukan uang Rp5 miliar dalam 5 koper terkait kasus suap importasi Bea Cukai. Simak peran 6 tersangka termasuk pejabat Ditjen Bea Cukai di sini.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved