Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
TIM Merah dan Putih Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) telah menunaikan tugas di Peringatan HUT ke 74 Republik Indonesia di Istana Merdeka.
Tim Merah didaulat untuk bertugas pada upacara pengibaran bendera Merah Putih pada Sabtu (17/8).
Baca juga: Ditemani Koramil dan Polisi, Gubernur Anies Menang Tarik Tambang
Salma El Mutafaqqiha Putri Achzaabi yang merupakan perwakilan dari Provinsi Jawa Tengah terpilih sebagai pembawa bendera Merah Putih. Salma, kelahiran Malang, 16 Desember 2002, adalah putri dari Achmad Aswin Achzaab dan Nurisah. Ia saat ini menempuh pendidikan di SMA Pradita Dirgantara.
Tiga lainnya dari Kelompok 8 yang bertugas untuk mengibarkan bendera ialah Rafi Ahmad Falah sebagai Komandan Kelompok 8 yang mewakili Banten, Rayhan Alfaro Ferdinand Siregar sebagai pembentang bendera yang mewakili DKI Jakarta, dan Rangga Wirabrata Mahardika sebagai pengerek bendera yang mewakili Jawa Barat.
Bertindak sebagai Komandan Kompi Paskibraka ialah Kapten Ar Razi Furqon Darya. Saat ini, pria kelahiran Rantau Prapat, 8 Januari 1988, tersebut bertugas sebagai Komandan Kompi Senapan A Batalyon Infanteri Raider 500, Sikatan, Kodam V Brawijaya.
Kolonel Laut Hariyo Poernomo dipercaya menjadi Komandan Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan RI. Pria kelahiran Jakarta, 31 Juli 1976, ini merupakan lulusan Akademi Angkatan Laut 1997. Saat ini ia menjabat sebagai Kepala Departemen Strategi Sekolah Staf dan Komando Angkatan Laut (Seskoal).
Adapun bertindak sebagai Perwira Upacara ialah Brigjen Syafruddin. Lahir di Wajo, 3 Agustus 1964, Syafruddin saat ini menjabat sebagai Kepala Staf Garnisun Tetap I Jakarta. Dia merupakan lulusan Akademi Militer tahun 1989.
Paskibraka 2019 yang anggotanya berasal dari perwakilan setiap provinsi di Indonesia sebelumnya telah dikukuhkan oleh Presiden Joko Widodo pada Kamis, (15/8). Sebanyak 68 pemuda telah mengucapkan Ikrar Putra Indonesia dan siap untuk menjalankan tugas mereka.
Adapun Tim Putih bertugas dalam Upacara Penurunan Bendera Negara Sang Merah Putih, sore harinya.
Pembawa Merah Putih di Tim Putih dipercayakan kepada Aisyah Rahmawati, perwakilan dari Bengkulu. Dara kelahiran Rena Panjang, 2 April 2003, ini merupakan putri dari pasangan Faturachman dan Suarni. Saat ini Aisyah menempuh pendidikan di SMA Negeri 3 Seluma.
Sementara tiga orang dari Kelompok 8 pada upacara penurunan bendera adalah Muhammad Fany Nur Wibowo dari Jawa Tengah sebagai Komandan Kelompok 8, Bagas Satria Wijaya dari Lampung sebagai pembentang bendera, dan Zaini Fahmi dari Kalimantan Tengah sebagai pengerek bendera.
Tim Putih dikomandoi oleh Kapten Marinir Gardika Pradibyo. Pria kelahiran Jakarta, 14 Juni 1988 tersebut saat ini menjabat sebagai Komandan Kompi Beruang Batalyon Infanteri VII Marinir. Dia merupakan lulusan Akademi Angkatan Laut 2011.
Bertindak selaku Komandan Upacara ialah Kolonel Pasukan Ahmad Sunawar Sholikul Qodri yang merupakan lulusan Akademi Angkatan Udara tahun 1997. Pria kelahiran Sragen, 3 Januari 1976, tersebut saat ini menjabat sebagai Asisten Operasi Kor Pasukan Khas Angkatan Udara.
Adapun Brigjen Syafruddin kembali bertindak sebagai Perwira Upacara sore. (X-15)
Rangkaian kegiatan diawali dengan IWIP Fun Games 2025 pada 8–15 Agustus 2025, yang menghadirkan delapan kategori perlombaan.
PT GNI yang beroperasi di Morowali Utara ini menggelar upacara bendera dan beragam lomba kebersamaan yang diikuti oleh ratusan karyawan.
Upacara dihadiri lebih dari 200 undangan yang berasal dari perwakilan organisasi masyarakat dan pelajar Indonesia, serta Bank Indonesia dan BUMN yang berada di London.
Sebanyak 360 pelari ambil bagian di acara Jejak Merdeka, masing-masing kota diwakili 45 peserta.
Di Kampung Nelayan Kerang Hijau, Cilincing, warga pesisir antusias mengikuti perlombaan, mencerminkan semangat solidaritas dan kebersamaan masyarakat nelayan.
Dalam pidatonya, Wakil Ketua Golkar DKI Ashraf Ali menegaskan bahwa perjuangan para pahlawan harus diteruskan dengan cara yang relevan di era modern ini.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved