Headline
Indonesia tangguhkan pembahasan soal Dewan Perdamaian.
Kumpulan Berita DPR RI
Bea Cukai Sibolga bekerja sama dengan PT Pelabuhan Indonesia I cabang Sibolga dan Pemerintah Daerah Sibolga menyelenggarakan focus group discussion bertajuk 'Menggali Potensi Perekoniamn Daerah Dengan Menggalakkan Ekspor Melalui Pelabuhan Sibolga'. Kegiatan ini merupakan perwujudan salah satu tugas dan fungsi Direktorat Jenderal Bea dan Cukai sebagai Industrial Assistance dan Trade Facilitator yaitu memfasilitasi perdagangan dan industri di Indonesia.
Kepala Kantor Bea Cukai Sibolga, Kurnia Saktiyono mengungkapkan bahwa Bea Cukai terus berupaya untuk berperan lebih aktif dalam mendorong perekonomian negara. “Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan menggalakkan ekspor,” ungkapnya.
''Jika pajak diibaratkan sebagai buah yang terdapat di pohon, maka peran Bea Cukai bukan hanya untuk memetiknya namun juga merawatnya agar dapat terus menghasilkan buah (pajak) yang berkualitas,” tambahnya.
Wali Kota Sibolga, Syarfi Hutahuruk mengungkapkan bahwa Pemerintah Kota Sibolga siap mendukung program dari Bea Cukai. “Kami dari Pemkot Sibolga siap mendukung program pengembangan yang dilakukan oleh kantor Bea Cukai Sibolga. Sinergitas antara instansi vertikal dengan Pemerintah Daerah harus terjalin dengan baik, agar bisa sama-sama bergerak,” ucapnya.
Potensi yang dimiliki daerah Sibolga dapat dikatakan cukup memadai untuk ekspor. Namun, produksi yang kurang memenuhi target serta beberapa persyaratan lainnya juga yang belum dapat ditunaikan menjadi salah satu penyebab vakumnya kegiatan ekspor impor saat ini melalui pelabuhan Sibolga ini.
Kepala Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan Sibolga, Augustia Waruru mengungkapkan bahwa “Kami siap menerima kapal yang masuk melalui Pelabuhan Sibolga ini. Asalkan semua peraturan persyaratan yang ditetapkan sudah dipenuhi,” pungkas Augustia. (RO/OL-10)
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tengah mendalami dugaan korupsi terkait pengurusan cukai di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan.
KPK bongkar taktik pegawai Bea Cukai inisial SA yang kelola uang gratifikasi di safe house Ciputat. Uang Rp5,19 miliar disita terkait kasus impor barang KW.
Instruksi 'bersih-bersih' tersebut merupakan kode untuk memindahkan tumpukan uang tunai dari lokasi awal.
KPK resmi menahan Kepala Seksi Intelijen Cukai Direktorat Penindakan dan Penyidikan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan, Budiman Bayu Prasojo (BBP).
Para oknum tersebut sengaja menyiapkan lebih dari satu lokasi penyimpanan guna menghindari pemantauan aparat penegak hukum.
KPK temukan uang Rp5 miliar dalam 5 koper terkait kasus suap importasi Bea Cukai. Simak peran 6 tersangka termasuk pejabat Ditjen Bea Cukai di sini.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved