Headline
Indonesia tangguhkan pembahasan soal Dewan Perdamaian.
Kumpulan Berita DPR RI
Bea Cukai Tanjung Emas mewujudkan komitmen bersama atas pelayanan yang bebas dari korupsi. Hal itu diwujudkan dengan mendukung penuh deklarasi pencanangan Zona Integritas Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM) di Terminal Keberangkatan Penumpang Tanjung Emas pada Jumat, 26 Juli 2019 lalu.
Kepala Kantor Bea Cukai Tanjung Emas, Tjetja Karja Adil yang menghadiri deklarasi sekaligus melakukan peresmian ruang sekretariat bersama sebagai sarana pelayanan publik yang terintegrasi mengatakan bahwa sinergitas dukungan akan WBK dan WBBM akan terus digaungkan.
“Sinergitas dari pihak-pihak kawasan pelabuhan Tanjung Emas diharapkan dapat mewujudkan pelayanan yang betul-betul efisien, bebas dari pungli dan bebas dari biaya apapun,” kata Tjetja.
Adapun komitmen bersama tersebut dimaksudkan agar memberikan pelayanan yang maksimal dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang telah ada. “Dengan komitmen ini paling tidak waktu pelayanan dapat dipotong dan dipersingkat juga Ombudsman akan ikut serta mengawasi proses pelayanan,” imbuh Tjetja.
Dalam kegiatan peresmian dan dukungan ini turut hadir pejabat pemerintah Kota Semarang, KPK Jawa Tengah, Ombdusman, dan kepala satuan kerja yang bertugas di Pelabuhan Tanjung Emas.
“Dengan tema 'Bekerja Bersama Sukses Bersama' ini diharapkan dapat mengintegrasikan pelayanan yang ada di Kawasan Pelabuhan Tanjung Emas Semarang sehingga dapat mempermudah Pengguna Jasa dalam mendapatkan pelayanan yang jelas, efektif, dan bebas dari korupsi,” tutup Tjetja. (RO/OL-10)
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tengah mendalami dugaan korupsi terkait pengurusan cukai di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan.
KPK bongkar taktik pegawai Bea Cukai inisial SA yang kelola uang gratifikasi di safe house Ciputat. Uang Rp5,19 miliar disita terkait kasus impor barang KW.
Instruksi 'bersih-bersih' tersebut merupakan kode untuk memindahkan tumpukan uang tunai dari lokasi awal.
KPK resmi menahan Kepala Seksi Intelijen Cukai Direktorat Penindakan dan Penyidikan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan, Budiman Bayu Prasojo (BBP).
Para oknum tersebut sengaja menyiapkan lebih dari satu lokasi penyimpanan guna menghindari pemantauan aparat penegak hukum.
KPK temukan uang Rp5 miliar dalam 5 koper terkait kasus suap importasi Bea Cukai. Simak peran 6 tersangka termasuk pejabat Ditjen Bea Cukai di sini.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved