Headline
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Kumpulan Berita DPR RI
Anggota Komisi IV DPR RI Muhammad Nasyit Umar mengimbau Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (Ditjen PSP) Kementerian Pertanian (Kementan) untuk segera mengubah program Selamatkan Rawa Sejahterakan Petani (Serasi) menjadi Sistem Perbaikan Irigasi Rawa.
Nasyit menjelaskan, jika Ditjen PSP masih menggunakan istilah Serasi yang digunakan saat ini, hal itu akan menimbulkan kontroversi bahwa seakan-akan ada persoalan yang besar terhadap rawa.
Hal itu ia ungkapkan usai mengikuti pertemuan Tim Kunjungan Kerja Reses Komisi IV DPR RI ke Kantor Gubernur Sumatera Selatan, yang diwakili Sekretaris Daerah Provinsi Sumsel dan jajaran instansi terkait lainnya, di Palembang, Sumsel, Senin (29/7/2019).
Terlebih, sambung Nasyit, perubahan istilah tersebut juga dimaksudkan agar tidak menyinggung Kementerian lainnya, yaitu Ditjen Sumber Daya Air (SDA) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Republik Indonesia.
“Selaku Anggota Komisi IV DPR RI, saya mendorong Ditjen Prasarana dan Sarana Pertanian untuk merubah istilah Serasi ini menjadi Sistem Perbaikan Irigasi Rawa. Sehingga, dari Kementerian PUPR dalam hal ini Ditjen SDA tidak tersinggung. Kalau SerasiI ini dengan penggunaan kata selamatkan rawa ini, maka seakan-akan ada persoalan yang begitu besar dengan rawa. Padahal, sebenarnya kan tidak ada,” ujar Nasyit.
Selain itu, Nasyit mengharapkan, dalam pelaksanaan pembangunan Serasi tersebut hendaknya Ditjen PSP juga terus melakukan koordinasi dengan Balai Besar Pengairan Sumsel. Mengingat, pembangunan rawa sebenarnya sudah ada sejak 10 tahun yang lalu.
Oleh karena itu, tutur Nasyit, pengaturan irigasi rawa itu sebenarnya itu sudah berjalan dengan bagus. Hanya, ke depannya Nasyit mendorong Kementan untuk meningkatkan indeks pertanaman dari 100 menjadi 200 indeks pertanamannya.
“Saya berharap, Ditjen PSP Kementan di dalam pelaksanaan pembangunan SERASI ini berkoordinasi dengan Balai Besar Pengairan Provinsi Sumatra Selatan, karena pembangunan rawa sudah ada sejak 10 tahun yang lalu," tutur Nasyit.
"Dengan demikian, diharapkan dengan koordinasi yang baik kedua lembaga bisa meningkatkan hasil daripada program Serasi ini yang tadinya 100 indeks pertanaman bisa meningkat menjadi 200 indeks pertanamannya,” pesan legislator Fraksi Partai Demokrat ini.
Nasyit juga menyoroti bantuan peralatan dalam bentuk eskavator yang dikucurkan oleh Kementan kepada Kelompok Tani. Nasyit mengingatkan, perlu kehati-hatian dalam melakukan penggalian di saluran irigasi dengan menggunakan eskavator karena bentuk daripada jaringan irigasi itu tidak berubah dari yang sudah ada saat sekarang ini.
Dia menjelaskan, jika dipaksakan melakukan penggalian melebihi desain yang sudah ada, hal itu akan berpengaruh terhadap dasar saluran dan penampang saluran yang ada.
“Persoalannya adalah bantuan peralatan dalam bentuk eskavator untuk melakukan penggalian di saluran itu perlu berhati-hati, karena bentuk daripada jaringan irigasi itu tidak berubah dari yang sudah ada saat sekarang ini," jelas Nasyit.
"Jikalau dilakukan penggalian melebihi desain yang ada maka hal itu akan berpengaruh terhadap dasar saluran dan penampang saluran yang ada saat itu,” pungkas legislator dapil Sulawesi Selatan II itu. (OL-09)
DPR mendesak Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) untuk segera mengeluarkan kesimpulan tegas terkait kasus penyiraman air keras yang menimpa Andrie Yunus
Anggota Komisi III DPR Gus Falah Amru apresiasi penurunan angka kecelakaan Mudik 2026, namun ingatkan Polri agar terus berinovasi dan jangan cepat berpuas diri.
ANGGOTA Komisi IX DPR RI Edy Wuryanto menyoroti temuan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) terkait maraknya pelanggaran pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR).
Wakil Ketua Komisi II DPR Aria Bima ingatkan pemerintah bahwa WFH satu hari bukan solusi tunggal hemat BBM.
Legislator PDIP Harris Turino mengajak masyarakat memperkuat solidaritas dan menjaga integritas di tengah tantangan ekonomi pada momen Idulfitri 1447 H.
Wakil Ketua Komisi X DPR, MY Esti Wijayanti, menolak keras wacana sekolah daring untuk penghematan BBM. Ingatkan dampak buruk 'learning loss' dan penurunan karakter siswa.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved