Headline

Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.  

IS Danai Terorisme di Indonesia dan Filipina

Golda Eksa
25/7/2019 09:10
IS Danai Terorisme di Indonesia dan Filipina
Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Dedi Prasetyo.(MI/RAMDANI)

POLRI telah mengantongi identitas penyandang dana aksi terorisme Indonesia hingga Filipina yang dilakukan Saefulah alias Chaniago. Mereka disebut-sebut berasal dari jaringan Islamic State (IS).

Karopenmas Mabes Polri Dedi Prasetyo mengatakan, Saefulah telah menerima dana Rp413.169.857 untuk menjalankan aksi.

Dana tersebut berasal dari lima negara, yakni Trinidad dan Tobago, Maladewa, Jerman, Venezuela, dan Malaysia. "Mereka kelompok IS yang ada di negara-negara tersebut," ujar Dedi.

Dedi menyebut, fakta tersebut terkuak dari keterangan terduga teroris Jamaah Ansharut Daulah (JAD), Novendri, yang ditangkap Densus 88 Antiteror di Padang,  Kamis (18/7).

Kendati demikian, Polri tidak memiliki kewenangan untuk bertindak terlalu jauh dalam mengejar penyandang dana yang berada di luar negeri. Pasalnya, hal itu merupakan kewenangan kepolisian setiap negara. "Tentu akan diburu oleh negara-negara tersebut," tuturnya.

Dedi memerinci sedikitnya 12 orang yang terdeteksi mengirimkan uang untuk JAD, yakni atas nama Yahya Abdal Karim empat kali dari Tobago, Fawas Ali dari Tobago, Caterina dari Tobago, Ahmed Afrah dari Maladewa, Rahmat Fari dari Tobago, Feri dari Tobago, Pedro Manuel dari Venezuela, Mehmud dari Jerman, Simao dari Jerman, Musli dari Maladewa, Sinar dari Tobago, serta Zonius Onde Zahali dari Malaysia.

Terkait soal RUU Terorisme, mantan anggota panitia khusus RUU terorisme Supiadin mengatakan, penanganan aksi terorisme sudah bisa melibatkan  Komando Operasi Khusus (Koopsus) TNI. (Gol/P-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Riky Wismiron
Berita Lainnya