Headline
Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.
Kumpulan Berita DPR RI
KEPOLISIAN bersama tim gabungan investigasi kerusuhan 21-22 Mei akan merilis temuan mereka pada pekan depan. Hasil investigasi akan dirapatkan hari ini, Kamis (4/7), sebelum diumumkan.
"Hari ini kita akan rapatkan secara komprehensif. Apabila sudah clear hari ini, mungkin minggu depan akan kita sampaikan kepada seluruh masyarakat tentang hasil kinerja dari tim," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Dedi Prasetyo di TMP Kalibata, Jakarta Selatan, Kamis (4/7).
Berdasarkan investigasi, terdapat beberapa lapisan pelaku kerusuhan 21-22 Mei 2019. Lapisan pertama merupakan otak kerusuhan, lapisan kedua penyumbang dana, lapisan ketiga koordinator pelaksana, dan lapisan keempat pelaku lapangan.
"Nanti layer (lapisan) ketiga (koordinator pelaksana) dan layer kedua (penyumbang dana) akan kita sampaikan berdasarkan fakta hukum. Dan, ini semuanya masih berproses," ucap Dedi.
Penyidik Bareskrim Polri tengah mengumpulkan kembali rekam jejak digital terkait kasus tersebut. Jejak digital terkait pembicaraan hingga pertemuan untuk instruksi kerusuhan.
"Ada beberapa di layer kedua yang menginstruksikan untuk melakukan kerusuhan. Dan orang-orang yang pelaku pembakaran pertama, itu sudah kita amankan," tutur jenderal bintang satu itu.
Baca juga: Hasil Investigasi Kerusuhan 21-22 Mei Sudah Rampung 90%
Polisi juga akan mengumumkan penyebab meninggalnya sembilan korban kerusuhan 21-22 Mei. Polisi akan merilis alur tembak, sudut tembak, beserta senjatanya.
Polisi menetapkan status tersangka terhadap 447 orang yang diduga melakukan kerusuhan 21-22 Mei 2019 di depan Gedung Bawaslu, Jakarta. Sebanyak 67 tersangka masih di bawah umur.
Perusuh itu membakar ban serta melempari aparat keamanan yang menjaga demonstrasi. Massa juga merusak gerai cepat saji di pusat perbelanjaan Sarinah.
Kepolisian bertindak cepat dengan menangkap ratusan pembuat onar tersebut. Para pelaku yang ditangkap merupakan bagian dari massa perusuh. Mereka terpisah dari massa aksi damai yang berdemonstrasi di depan Bawaslu.
Penangkapan dilakukan di beberapa titik kerusuhan. Titik itu adalah Jalan MH Thamrin, depan Kantor Bawaslu, daerah Monumen Patung Kuda Arjuna Wiwaha, kawasan Menteng, Slipi, dan Petamburan. (Medcom/OL-2)
Menurut Oegroseno, semestinya hal-hal seperti ini tidak terjadi, karena tak diatur oleh KUHAP.
Trunoyudo menyebutkan bahwa momentum bulan suci Ramadan turut melandasi semangat kedua belah pihak untuk saling memaafkan dan melakukan introspeksi diri.
ANGGOTA Komisi III DPR RI dari Fraksi PKB, Abdullah menyoroti penembakan remaja oleh oknum polisi di Makassar, Sulawesi Selatan. Perlu evaluasi SOP senjata api
Dewan Eksekutif Mahasiswa Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (Dema PTKIN) Se-Indonesia mengapresiasi pola pengamanan kepolisian dalam aksi unjuk rasa mahasiswa.
Sarah Nuraini Siregar dari BRIN menyoroti penggunaan istilah "oknum" untuk anggota polisi, menegaskan tindakan individu mencerminkan institusi.
Kapolres Metro Jakarta Timur Kombes Alfian Nurrizal menyatakan pelaku penganiayaan karyawan SPBU di Cipinang, Jakarta Timur, positif sabu dan ganja usai tes urine.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved